Jember (beritajatim.com) – Mochamad Asrofi, dosen Fakultas Teknik Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat plastik ramah lingkungan berbahan limbah pelepah pisang.
“Pada limbah pelepah pisang ditemukan kandungan selulosanya tinggi, antara 60-85 persen, sehingga sangat potensial untuk diolah menjadi nano selulosa sebagai penguat biokomposit,” kata Asrofi, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (3/10/2025).
Selain itu, serat pelepah pisang memiliki kekuatan tarik sekitar 500–900 MPa dan modulus elastisitas 5–25 GPa. Menurut Asrofi, ini sebanding bahkan kadang lebih tinggi dibandingkan serat alam lain seperti bambu atau sabut kelapa.
Cara pembuatannya sederhana. Setelah dibersihkan, serat pada pelepah pisang diambil dan diolah menjadi serbuk halus. Serbuk ini kemudian tersebut dicampurkan dengan bahan dasar biopolimer menggunakan alat khusus bernama extruder.
Extruder ini berfungsi mencampur sekaligus melelehkan bahan sehingga terbentuk benang panjang biokomposit, atau disebut filament. “Dari filament inilah kemudian dipotong-potong kecil menjadi bentuk butiran, yang kita kenal sebagai pelet biokomposit,” kata Asrofi.
Pelet ini menjadi bahan baku siap pakai dan bisa diproses lebih lanjut dengan teknik injection molding atau film blowing untuk membuat produk seperti kemasan ramah lingkungan. “Dengan cara ini, limbah pelepah pisang yang tadinya tidak bernilai bisa berubah menjadi material baru yang berdaya guna tinggi,” kata Asrofi.
Penelitian Asrofi ini sudah dicoba untuk membuat tas kresek ramah lingkungan di Tangerang. Berbeda dengan tas kresek umumnya yang susah hancur, tas kresek ala Asrofi ini bisa hancur saat bersatu dengan tanah dan menjadi kompos. Bahkan tas kresek ini hancur seketika jika dilarutkan di air panas.
Sayangnya, harga tas kresek berbahan limbah pelepah pisang ini dua atau tiga kali lipat tas kresek konvensional. “Memang butuh proses, harus ada edukasi, membangun literasi dan ekosistem mengenai manfaat pengurangan plastik konvensional agar masyarakat bisa paham dan akhirnya mau menggunakan plastik berbahan bio komposit,” kata Asrofi.
Saat ini Asrofi sedang berkolaborasi dengan Bambang Kuswandi, dosen Fakultas Farmasi untuk mengembangkan penelitian pelepah pisang untuk bahan filtrasi air. “Ini nenanggapi tawaran kerja sama penelitian dari Kyoto University yang penelitinya hadir di kampus Tegalboto di awal bulan September lalu,” kata Bambang. [wir]






