Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendampingi 1.058 desa sepanjang 2025. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mencatatnya sebagai perguruan tinggi dengan jumlah desa dampingan terbanyak kedua di Indonesia.
Sekretaris Bidang Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Ali Badrudin mengatakan, pendampingan desa dijalankan Unej melalui berbagai skema pengabdian kepada masyarakat. Sejak 2018, Unej telah mengembangkan program desa binaan dan Sekolah Desa.
Program pendampingan itu kemudian dikembangkan mulai dari hibah internal untuk dosen, program pengabdian mahasiswa, hingga pendanaan eksternal melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) serta kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri
Menurut Ali, Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang setiap tahun diikuti hampir lima ribu dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) menjadi kekuatan dan modal dasar untuk melakukan pendampingan di desa-desa.
KKN Kolaboratif yang melibatkan berbagai perguruan tinggi telah dilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Melalui kerja sama tersebut, perguruan tinggi dapat saling mendukung sekaligus berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
“Mudah-mudahan capaian ini semakin mendongkrak kinerja kita bersama. Bagaimanapun, ini bukan hanya hasil aktivitas LP2M, tetapi juga seluruh insan Universitas Jember,” kata Ali, sebagaimana dilansir Humas Unej, saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam pemberdayaan Masyarakat yang berlangsung di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan kementerian, jumlah desa dampingan Unej direncanakan meningkat menjadi 1.100 desa pada 2026 dan 1.200 desa pada 2028 hingga 2029.
Ali optimistis perluasan pendampingan dapat terus dilakukan melalui penguatan kemitraan dengan pemerintah desa. Desa yang ingin menjadi mitra pendampingan dapat mengajukan permohonan resmi, kemudian membangun komitmen kerja sama dengan LP2M agar program pengabdian selaras dengan kebutuhan dan perencanaan pembangunan desa. [wir/ted]






