Pasuruan (beritajatim.com) – Kawasan lereng Gunung Arjuno kembali dilalap si jago merah hingga Kobaran api terlihat membumbung sejak Jumat (16/10/2026) pagi sekira pukul 10.00 WIB. Peristiwa ini menandai terbakarnya kembali kawasan pegunungan tersebut setelah sebelumnya sempat dipadamkan pada bulan Agustus lalu.
Aparat gabungan langsung bergerak cepat mendirikan posko penanganan darurat di kawasan Cempaka pada Jumat malam. Langkah pemindahan titik koordinasi dari lokasi lama di Kaliandra ini diambil demi mendekatkan jangkauan petugas ke pusat kobaran api.
“Laporan lengkap masih belum, saat ini kami masih mendirikan posko penanganan di Cempaka. Pertimbangannya posko dipindah ke Cempaka karena lokasinya lebih dekat dengan titik api,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, Jumat (16/10/2026).
Sugeng menerangkan bahwa titik kebakaran sementara terdeteksi mengarah di kawasan Gunung Ringgit. Tim gabungan telah mendistribusikan pasokan logistik sejak siang hari guna menunjang pergerakan personel operasional di lapangan.
Pemberangkatan tim darat menjadi opsi utama pemadaman lantaran bantuan helikopter water bombing belum dapat diterjunkan ke lokasi. Konsentrasi armada udara yang masih terfokus pada penanganan karhutla di luar Pulau Jawa memaksa petugas mengoptimalkan jalur darat.
“Helikopter water bombing belum bisa dilaksanakan karena konsentrasi penanganan masih di luar Jawa, sehingga kita lebih mengandalkan pemadaman darat. Banyak konsentrasi kejadian kebakaran hari ini, termasuk di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga masih ada,” imbuhnya.
Sugeng mengutarakan bahwa petugas darat akan terus berjuang menembus medan terjal demi membuat sekat bakar di sekitar titik api. Koordinasi lintas instansi terus diperketat agar kobaran api di Gunung Arjuno tidak makin meluas ke area hutan lindung lainnya. (ada/ian)






