Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa Kedali, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, untuk penguatan sektor pertanian, Jumat (16/10/2026).
Bantuan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, sekaligus peringatan Hari Pangan Sedunia tersebut, disalurkan langsung oelh Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Menurut Khofifah, penguatan sektor pertanian menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan kecukupan pangan dunia.
“Produksi pangan dalam negeri harus terus diperkuat agar tidak bergantung pada negara lain. Alhamdulillah tahun 2025 kemarin Pak Presiden Prabowo menggencarkan seluruh proses yang terkait dengan produksi padi kita, antara lain bagaimana pupuk tersedia dengan aman dan cukup,” katanya.
Khofifah menyebut, Pemprov Jatim tahun ini menyalurkan 341 unit alsintan berdasarkan permohonan dan kemampuan fiskal pemerintah provinsi.
Dari jumlah tersebut, Lamongan mendapatkan empat unit combine harvester yang dapat dimanfaatkan bersama oleh kelompok tani melalui gapoktan penerima.
Penggunaan combine harvester dinilai mampu memangkas waktu panen secara signifikan. Jika panen satu hektare secara manual membutuhkan sekitar tiga hari, dengan mesin tersebut prosesnya dapat dilakukan hanya dalam satu hingga dua jam. Selain efisiensi waktu, tingkat kehilangan hasil juga dapat ditekan dari sekitar 9-11 persen menjadi 1-2 persen.
“Harapan kita, alsintan ini akan meningkatkan produktivitas dari seluruh petani padi yang ada di Lamongan,” tuturnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, Pemkab Lamongan terus berprogres mempertahankan daerahnya sebagai lumbung pangan Jawa Timur dan nasional. Ia optimistis produksi padi 2026 dapat melampaui capaian 2025 yang mencapai sekitar 1,335 juta ton.
“Insya Allah jumlah produksi padi tahun ini kita akan bisa melampaui produksi tahun 2025 kemarin. Tahun ini sampai hari ini sudah mencapai 1,2 juta ton dan masih ada musim tanam kembali,” ujarnya.
Selain produksi, Yuhronur menyebut harga gabah di Lamongan saat ini cukup baik bagi petani. Harga berada di kisaran Rp8.600 per kilogram dan sempat mencapai Rp8.800, lebih tinggi dari HPP sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Distribusi pupuk juga akan diperkuat melalui Koperasi Desa Merah Putih agar petani semakin mudah memperoleh pupuk,” kata Yuhronur.
Tak hanya padi, Lamongan juga memperkuat komoditas jagung dan tebu. Program bongkar ratoon untuk mendukung swasembada gula telah mencapai sekitar 1.200 hektare, melampaui target sekitar 1.100 hektare.
“Kita terus melakukan mekanisasi pertanian, modernisasi pertanian dengan berbagai alat-alat pertanian. Bantuan ini diharapkan semakin memperkuat posisi Lamongan sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan Jawa Timur dan nasional,” pungkasnya. (fak/ian)






