Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi internasional dengan meraih posisi 567 dunia pada indikator Employment Outcomes dalam pemeringkatan QS World University Ranking (WUR) 2026.
Pencapaian ini menempatkan UB di peringkat keenam di antara Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia terkait kesiapan kerja lulusan, sebuah bukti kualitas yang semakin diakui di tingkat global.
Ketua UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, menjelaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan bahwa lulusan UB semakin diakui oleh dunia kerja internasional. Indikator employability memang menjadi salah satu yang krusial dalam mengukur kemampuan alumni untuk bersaing dan beradaptasi di pasar kerja global.
“Indikator ini mengukur kesiapan lulusan memasuki pasar kerja, termasuk relevansi kompetensi dan daya saing mereka. Sistem penilaian QS menggunakan pendekatan komprehensif melalui lensa, indikator, serta metrik teknis untuk menjamin validitas data,” ujar Hendrix di Malang.
QS sendiri melakukan analisis mendalam terhadap lebih dari 16,4 juta publikasi akademik serta menghimpun persepsi dari 151.000 akademisi dan 100.000 pemberi kerja di seluruh dunia. Pendekatan ini memastikan bahwa penilaian QS tidak hanya mengandalkan angka, tetapi juga reputasi nyata di lapangan.
Keberhasilan UB ini tidak terlepas dari strategi pengembangan kurikulum yang berbasis pada kebutuhan industri serta penguatan jejaring mitra internasional. Pihak universitas juga memperkuat program magang dan pertukaran pelajar, yang semakin memperkaya pengalaman mahasiswa dalam memasuki dunia kerja.
Direktur Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA) UB, Karuniawan Puji Wicaksono, menegaskan bahwa kualitas sebuah universitas dapat diukur dari seberapa cepat lulusannya terserap di dunia kerja.
Oleh karena itu, UB memprioritaskan perluasan kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta memaksimalkan jejaring alumni yang menduduki posisi penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Prioritas utama kami adalah memperluas peluang kerja sama dengan DUDI. Selain itu, kami memaksimalkan jejaring alumni yang telah menduduki jabatan strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Karuniawan.
Berdasarkan data QS WUR, employer reputation UB di dalam negeri tercatat lebih tinggi dibandingkan beberapa perguruan tinggi PTNBH lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa UB telah berhasil membangun citra yang kuat di mata pemberi kerja.
Program prioritas Rektor UB kini difokuskan pada penguatan keterlibatan alumni yang memegang posisi penting di luar negeri, yang diharapkan dapat semakin meningkatkan reputasi dan daya saing lulusan UB.
Pencapaian ini juga menjadi alat evaluasi strategis bagi UB dalam melakukan benchmarking dengan universitas-universitas lain di dunia. Bagi calon mahasiswa, informasi ini dapat menjadi panduan objektif dalam memilih institusi pendidikan yang menjanjikan prospek karier yang jelas dan terukur. [dan/suf]






