Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang menggelar Gebyar Loka Wisata di Hall KH. Moch. Said, Sabtu (14/02/2026), sebagai ajang promosi revitalisasi 15 desa wisata hasil program KKN-T 2026. Acara bertajuk expo program ini menampilkan hasil kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam mengintegrasikan pelestarian alam, budaya, dan nilai religius untuk pembangunan berkelanjutan.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unira Malang merancang “Loka Wisata” sebagai terminologi kawasan rekreasi yang digarap secara serius oleh mahasiswa selama 30 hari masa pengabdian. Fokus utama program ini adalah melakukan pendampingan dan revitalisasi destinasi unggulan di masing-masing lokasi KKN-T.
“Tema Loka Wisata, Mewujudkan Desa Wisata yang Mengintegrasikan Pelestarian Alam, Pemberdayaan Budaya, dan Penguatan Nilai-Nilai Religius untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dan Mahasiswa di Lokasi KKN-T melakukan pendampingan untuk revitalisasi destinasi sebagai unggulan desa wisata setempat selama 30 hari,” ujar Dr. Ratna Fajarwati Meditama, MPd. dari LPPM Unira Malang yang akrab disapa Kak Fajar.
Sejak awal Desember 2025, mahasiswa Unira Malang melakukan pola pendampingan live-in untuk memahami dinamika sosial masyarakat desa. Kehadiran mereka bertujuan memperkuat ekosistem wisata berbasis potensi lokal, mulai dari pemetaan ekologis hingga strategi pemasaran digital.
Kepala LPPM Unira, Abdillah, menjelaskan bahwa model live-in memungkinkan mahasiswa merancang program yang benar-benar responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan. Ia menekankan bahwa desa wisata bukan sekadar soal keindahan destinasi, melainkan keutuhan ekosistem pendukungnya.
“Desa wisata tidak hanya tentang destinasi, tetapi tentang ekosistem. Ada pelestarian alam, penguatan budaya, tata kelola kelembagaan, hingga nilai religius yang menjadi identitas sosial masyarakat. Mahasiswa hadir dan belajar untuk merajut semuanya dalam satu benang pembangunan berkelanjutan,” ujar pria yang akrab disapa Abe tersebut.
Selama program berlangsung, kelompok KKN-T menginisiasi berbagai inovasi tematik. Aksi nyata meliputi penataan jalur wisata ramah lingkungan, kampanye kebersihan komunitas, edukasi pengelolaan sampah terpadu, hingga digitalisasi pemasaran untuk menjangkau wisatawan yang lebih luas.
Rektor Unira Malang, KH. Imron Rosyadi Hamid, SE., Msi, PhD, menegaskan bahwa tema KKN-T berbasis desa wisata ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Ia mendorong integrasi nilai religiusitas sebagai fondasi moral dalam pengembangan pariwisata.
“Mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi. Desa wisata yang berkelanjutan tidak bisa dibangun secara parsial. Harus ada integrasi antara alam, budaya, dan religiusitas sebagai fondasi moralnya,” tegas tokoh yang akrab disapa Gus IRH tersebut.
Gus IRH juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah dan perangkat desa melalui pendekatan pentahelix. Sinergi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media menjadi kunci utama keberhasilan digital marketing dan penguatan kelembagaan wisata di desa.
Acara penutupan ini dimeriahkan dengan penjurian stand expo, penayangan dokumentasi kegiatan, serta pemberian apresiasi kepada mahasiswa dan dosen. Kategori penghargaan meliputi Ketua Kelompok Terbaik, DPL Terbaik, Kelompok Terbaik 1-3, Stand Terbaik 1-3, hingga penghargaan untuk video terviral dan terbaik.
Suasana semakin meriah dengan penampilan live music dari Kroncamsong yang menghibur seluruh peserta dan tamu undangan. Kehadiran jajaran pimpinan universitas, termasuk seluruh Wakil Rektor dan Dekan, menambah khidmat jalannya prosesi penutupan rangkaian KKN-T Semester Ganjil 2025/2026.
Sebagai simbol berakhirnya masa pengabdian, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Rektor 3, Dr. Hasan Bisri. Sejumlah desa mitra menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan program yang telah dirintis bersama mahasiswa, khususnya dalam pengelolaan destinasi wisata secara profesional. [ian]







