Surabaya (beritajatim.com) – Tentunya istilah twerking atau menggetarkan pantat bukanlah satu hal yang asing lagi. Di media sosial banyak beredar video orang melakukannya.
Tetapi, apakah pernah berpikir bisa berujung ke pengadilan? Seorang wanita Spanyol baru-baru ini merasakan pengalaman tersebut.
Dia kalah di pengadilan melawan perusahaan yang memecatnya karena diduga memposting video twerking di TikTok saat cuti berbayar karena sakit punggung yang parah.
Pengadilan Tinggi Kehakiman di wilayah Spanyol, Castilla Leon baru-baru ini menguatkan keputusan supermarket untuk memecat seorang kasir atas serangkaian video TikTok yang dianggap “tidak sesuai dengan penyakitnya”.
Wanita itu, yang disebut hanya sebagai ‘Nyonya. Piedad’ dalam surat-surat pengadilan, dilaporkan sebagai karyawan Semark AC Group SA, perusahaan di belakang rantai supermarket Lupa di Spanyol.
Dia telah bekerja di perusahaan tersebut sejak 2006, tetapi pada akhir Januari 2021 dia mengambil cuti berbayar yang diperpanjang, mengklaim bahwa dia menghadapi masalah punggung yang serius. Namun, akun TikToknya mengatakan sebaliknya…
Menurut surat kabar Spanyol La Vanguardia, pada 14 September 2021, majikan Ny. Piedad mengirimkan pemberitahuan resmi tentang pemecatannya, memberi tahu wanita tersebut bahwa seorang manajer area telah mengakses akun TikTok publiknya dan memberi tahu perusahaan bahwa dia sedang melakukan gerakan dansa. tidak sesuai dengan dugaan kondisi kesehatannya.
Departemen sumber daya manusia Semark AC Group SA melanjutkan untuk memantau akun Ny. Piedad dan memastikan bahwa punggungnya tampak cukup sehat untuk melakukan beberapa gerakan payudara.
“Apa yang awalnya didiagnosis sebagai proses singkat dalam hal penyembuhan telah menjadi paparan viral video yang menunjukkan penipuan dalam sistem tunjangan dan kurangnya rasa hormat terhadap perusahaan dan rekan-rekannya,” bunyi surat pemecatan yang dikutip dalam persidangan pengadilan. .
Nyonya Piedad menyerang pemecatannya oleh Semark AC Group SA di pengadilan tahun lalu, tetapi sejauh ini dia tidak berhasil dalam upayanya untuk membatalkan keputusan tersebut. Pengadilan Tinggi menguatkan hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Sosial 2 Burgos, yang memihak majikan.
Hakim memutuskan bahwa selama delapan setengah bulan dia cuti karena sakit pinggang, Ny. Piedad mengunggah beberapa video ke jejaring sosial Tik Tok, di mana dia menari dan melakukan gerakan yang “tidak sesuai dengan penyakitnya. ”.
Nyonya Piedad, yang biasa mengunggah dengan julukan ‘rebecamelcas’, masih memiliki opsi untuk mengajukan banding atas pemecatannya di Mahkamah Agung. [adg/beq]






