Ringkasan Berita
- SMKN 1 Madiun tercatat sebagai sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak pada tahapan awal SPMB 2026/2027 di Kota Madiun.
- Lebih dari 200 calon peserta didik mengikuti proses pengambilan PIN dan verifikasi data dalam satu hari.
- Teknik Pemesinan masih menjadi program keahlian yang paling diminati calon siswa.
- SMKN 1 Madiun menyediakan kuota 648 siswa yang terbagi dalam 18 rombongan belajar.
Madiun (beritajatim.com) – Antusiasme calon peserta didik baru terhadap SMKN 1 Madiun pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 terbilang sangat tinggi. Hingga Jumat (5/6/2026) siang, sekolah kejuruan tersebut tercatat sebagai sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak di Kota Madiun.
Ratusan siswa bersama orang tua tampak memadati lokasi layanan pengambilan PIN dan verifikasi berkas di lingkungan sekolah yang berada di Jalan Thamrin, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo.
Kepala SMKN 1 Madiun, Septa Krisdiyanto, mengatakan tingginya minat masyarakat sudah terlihat sejak tahapan awal SPMB. Dalam satu hari, lebih dari 200 calon peserta didik tercatat mengikuti proses pengambilan PIN dan verifikasi data.
“Animo masyarakat cukup luar biasa. Pada tahap awal ini saja jumlah siswa yang datang untuk pengambilan PIN dan verifikasi sudah mencapai lebih dari 200 orang,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Meski proses pendaftaran utama belum dibuka, Septa menilai tren yang terjadi menunjukkan adanya peningkatan minat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bagi sekolah untuk memenuhi target penerimaan siswa baru tahun ini.
Dari sejumlah program keahlian yang tersedia, Teknik Pemesinan masih menjadi jurusan yang paling banyak diburu calon peserta didik. Program tersebut konsisten menjadi pilihan utama karena dinilai memiliki prospek kerja yang luas serta didukung fasilitas praktik yang memadai.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMKN 1 Madiun menyediakan total kuota 648 siswa yang terbagi ke dalam 18 rombongan belajar. Masing-masing rombongan belajar akan diisi sebanyak 36 siswa.
Sejauh ini, pelaksanaan tahapan SPMB berlangsung tanpa kendala berarti. Beberapa hambatan yang muncul hanya berkaitan dengan administrasi dari sekolah asal, terutama proses penerbitan dan sinkronisasi nilai yang menyebabkan sebagian calon peserta didik harus melakukan verifikasi ulang.
“Persoalan yang muncul lebih banyak terkait kelengkapan administrasi dari sekolah asal. Namun secara umum tidak ada kendala yang menghambat jalannya SPMB,” jelas Septa.
Dari sisi teknis, pihak sekolah memastikan seluruh sarana pendukung berjalan optimal. Sistem aplikasi, jaringan internet, hingga perangkat yang digunakan operator dapat berfungsi dengan baik sehingga pelayanan kepada calon peserta didik tetap lancar.
Dengan tingginya minat masyarakat tersebut, SMKN 1 Madiun optimistis seluruh kuota yang tersedia dapat terpenuhi hingga akhir proses penerimaan peserta didik baru.
“Kami melihat kepercayaan masyarakat terhadap SMKN 1 Madiun terus meningkat. Karena itu kami optimistis seluruh kuota yang tersedia dapat terisi sesuai target,” pungkasnya. [rbr/beq]






