Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan transformasi besar-besaran dalam arah pengembangan akademiknya demi menembus peringkat 400 perguruan tinggi top dunia (World University Rankings). Fokus utama kampus “Rumah Para Juara” ini kini bergeser pada tiga pilar strategis: internasionalisasi, percepatan kelulusan, dan kesiapan kerja lulusan di kancah global.
Rektor Unesa, Nurhasan, menegaskan bahwa ekosistem pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di kampusnya telah terbangun kokoh sebagai modal dasar. Kini, target dinaikkan ke level global dengan membidik posisi prestisius di pemeringkatan internasional.
“Target kita tahun depan adalah level dunia, masuk ranking 400,” tegas Nurhasan, Jumat (19/12/2025).
Untuk merealisasikan ambisi tersebut, Unesa melakukan perombakan signifikan di ruang akademik mulai tahun depan. Wakil Rektor I Unesa, Dr Martadi, menjelaskan bahwa internasionalisasi akan diturunkan hingga ke tingkat fakultas. Setiap fakultas diwajibkan membuka minimal satu program joint degree atau double degree.
Kebijakan ini berjalan beriringan dengan perluasan rintisan kelas internasional yang saat ini telah berjalan di 14 program studi, serta upaya agresif mendatangkan mahasiswa asing guna mendongkrak reputasi akademik.
Di sisi fleksibilitas studi, Unesa menerapkan kebijakan progresif terkait syarat kelulusan. Mahasiswa didorong untuk lulus tepat waktu dengan opsi tugas akhir yang tidak lagi terbatas pada skripsi konvensional, melainkan bisa berupa artikel ilmiah atau karya akademik setara lainnya. Efisiensi layanan juga ditingkatkan, di mana Unesa menargetkan ijazah sudah dapat diterima mahasiswa langsung pada saat prosesi wisuda.
Transformasi kurikulum juga dilakukan untuk menjamin relevansi lulusan dengan kebutuhan industri. Unesa merekonstruksi kurikulum dengan melibatkan pemangku kepentingan dan memperbanyak pelibatan dosen praktisi. Saat ini, Unesa bahkan tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah dosen praktisi terbanyak di Indonesia, yang terlibat langsung mulai dari pembelajaran hingga pendampingan magang.
Komitmen terhadap kualitas lulusan juga terlihat dari partisipasi aktif dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pada tahun 2025, Unesa mencatatkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi dengan partisipasi MBKM terbanyak di kelompok Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Selain itu, bagi mahasiswa dengan kemampuan akademik tinggi, tersedia jalur fast track S1–S2 yang dilengkapi dukungan beasiswa untuk mempersingkat masa studi.
Guna menjaring bibit unggul sejak awal, Unesa memaksimalkan jalur prestasi dan golden ticket dalam penerimaan mahasiswa baru. Strategi komprehensif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem riset yang berdampak, peningkatan jumlah paten, serta melahirkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja internasional. [ipl/beq]






