Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan seleksi wawancara kepada 49 peserta disabilitas yang mendaftar di jalur Mandiri. Hasilnya, 29 di antaranya dinyatakan lolos.
“Antusiasme peserta disabilitas kuliah di Unesa cukup tinggi. Mereka ada yang tunadaksa, tunagrahita, tunanetra, dan tunarungu,” ujar Kasubdit Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Unesa Dr Sukarmin, Selasa (2/7/2024).
Seleksi disabilitas disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta berdasarkan jenis disabilitasnya. Seleksi ini untuk melihat minat, motivasi, dan minat peserta yang bisa dikembangkan selama kuliah.
Wakil Rektor IV Unesa Dr Martadi mengatakan, dibukanya jalur disabilitas ini untuk memberi kesempatan penyandang disabilitas yang memiliki semangat tinggi dan potensi untuk studi lanjut di perguruan tinggi.
“Ketika yang disabilitas diberi kesempatan belajar di perguruan tinggi, kami yakin mereka akan mampu berinovasi untuk menangani permasalahan riil yang dihadapi para para disabilitas dengan tepat,” katanya.
Sesuai pesan Rektor Unesa Prof Nurhasan, Martadi menyatakan bahwa penyandang disabilitas di Unesa bebas biaya UKT dan sumbangan pengembangan institusi (SPI). Artinya, mereka bisa kuliah dengan gratis.
“Dengan kebijakan ini kami harap para calon mahasiswa baru disabilitas semakin semangat untuk belajar dan mengembangkan potensinya bersama Unesa,” tandasnya.[ipl/kun]






