Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 1.759 wisudawan dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (16/11/2022) siang. Di kesempatan itu, Rektor Unesa Prof Nurhasan memberikan beasiswa program S2 kepada salah satu penyandang tuna netra, yakni Tutik Muliani, wisudawan program S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) Unesa.
Cak Hasan, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa beasiswa yang diberikan tersebut sebagai bukti bahwa Unesa merupakan kampus yang ramah bagi disabilitas. Karena itu, pihaknya ingin memberikan peluang beasiswa bagi para penyandang disabilitas.
“Salah satu mahasiswa (Tutik Muliani) selesai cepat, semangat luar biasa, IPK bagus. Kami selaku lembaga memberikan peluang beasiswa untuk studi lanjut S2 di kampus tercinta ini,” ujar Cak Hasan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”unesa”]
Langkah Unesa memberikan beasiswa bagi disabilitas ini juga bukan tanpa alasan. Cak Hasan berharap, pemberian beasiswa ini bisa mengedukasi masyarakat maupun lembaga serta stakeholder lain agar ikut berpihak kepada para Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
“Utamanya adalah memberikan peluang yang sama pada anak-anak yang berkebutuhan khusus, dan juga mengedukasi masyarakat, lembaga, stakeholder lain untuk juga nanti mau memberikan kompetensi yang dimiliki baik itu kompetensi terkait anggaran, sarana prasarana agar sudah mulai berpihak juga pada anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.
Cak Hasan juga berpesan kepada seluruh wisudawan agar setelah lulus, mereka bisa lebih adaptif, tangguh dan berani untuk melakukan inovasi. Sebab menurutnya, pemenang di era saat ini adalah mereka yang mampu melakukan adaptasi. “Wisudawan harus tangguh, harus adaptif dan harus berani berinovasi, berkolaborasi dengan stakeholder lain yang nantinya Wisudawan itu nanti akan mampu beradaptasi. Ketika mampu beradaptasi maka mereka akan menjadi pemenang,” tuturnya. [ipl/suf]






