Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember Film Festival (Uneff) merupakan ikhtiar membangun ekosistem perfilman dari Kabupaten Jember, Jawa Timur. Film yang diangkat bersumber pada budaya dan kearifan lokal.
Awalnya adalah Himafisi Film Festival (HFF) yang digagas Himpunan Mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (Himafisi) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pada 2016. Apalagi PSTF FIB Universitas Jember adalah satu-satunya lembaga pendidikan formal pertelevisian dan perfilman di Jawa Timur.
Tahun 2018 lalu HFF mengambil tema “Karsa” yang menandai kebangkitan Himafisi dalam membentuk komunitas dan ekosistem perfilman di Jember dan wilayah Tapal Kuda. Tahun 2021, HFF mengambil tema “Struggle” atau perjuangan karena digelar pada masa pandemi Covid-19.
“Tahun ini kami memutuskan mengubah nama HFF menjadi UNEFF, serta meningkatkan levelnya sebagai festival film tingkat nasional. Penyelenggaraannya bersamaan dengan dies natalis Universitas Jember di setiap tahun,” kata Ketua Panitia Uneff 2022, Salman Al Farisi.
Rektor Unej, Iwan Taruna, menyebut ada empat misi Uneff. “Pertama, memperkenalkan keberadaan PSTF dan FIB serta Universitas Jember kepada anak muda sebagai calon mahasiswa. Apalagi media film dekat dengan generasi milenial,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (11/11/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej-jember”]
Misi kedua adalah pengembangan budaya. “Oleh karena itu hendaknya UNEFF 2022 melahirkan film-film yang bersumber pada budaya dan kearifan lokal. Contohnya film yang khas Jember dan wilayah Tapal Kuda,” kata Iwan.
“Misi ketiga adalah membentuk ekosistem perfilman yang akan melahirkan insan-insan perfilman berkualitas. Keempat, Uneff 2022 membawa misi ekonomi. Jika Uneff makin berkembang, maka secara alami investor dan pelaku usaha akan datang,” kata Iwan.
Kedatangan investor ini akan menguntungkan Jember dan wilayah Tapal Kuda. Iwan pun berpesan agar PSTF dan FIB benar-benar konsisten menjaga kualitas UNEFF agar pelaksanaannya berkelanjutan. [wir/beq]






