Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan underpass di Gresik yang resmi dibuka tahun 2022 lalu belum banyak difungsikan. Proyek pembangunan yang menelan anggaran Rp 5 miliar itu semula diperuntukkan mengurai kepadatan arus lalu lintas di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, dan Jalan Sumatra Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Namun, setelah beroperasi belum banyak pengguna jalan memanfaatkan underpass tersebut.
Adanya underpass itu, pengendara roda dua maupun empat yang ingin ke arah Perum GKB harus lurus dulu kemudian melewati underpass. Begitu juga pengendara dari arah Perum GKB yang hendak ke Kantor Pemkab Gresik maupun Masjid Agung melalui tikungan di sebelah Taman Perum GKB kemudian belok kiri melalui underpass.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/kades-di-bangkalan-ditembak-otk-pakai-senjata-rakitan/
Pantauan di lapangan, pengendara dari arah Randuagung tetap berhenti di traffict light kemudian berbelok ke kanan arah Perum GKB. Begitu juga sebaliknya, dari arah Perum GKB pengendara berhenti di traffict light kemudian memotong jalan lalu ke Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo.
“Memang yang berhenti di lampu merah dari Randuagung itu sering memakan jalan pengendara yang lurus ke arah Masjid agung. Apalagi kalau malam dimana traffict light mati, yang dari arah GKB sering tidak terlihat,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Ahmad Suudin, Selasa (2/05/2023).
Sepinya jalur underpass itu, sempat dimanfaatkan anak-anak muda untuk adu motor. Bahkan, juga digunakan untuk nongkrong lantaran sepi pengendara.
Suudin menambahkan, terkait dengan ini pihaknya akan melakukan kajian lalu lintas di area tersebut. Sehingga, arus lalu lintas di persimpangan itu lebih efektif. “Nanti kami kaji dulu, apakah perlu ditutup road barier di tengah Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo itu, atau tetap seperti saat ini,” imbuhnya.
Yang jelas lanjut Suudin, pihaknya tidak bisa langsung memberlakukan arus lalu lintas berubah begitu saja. Sebab, perlu adanya beberapa kajian lalu lintas. Apalagi area tersebut salah satu titik keramaian yang sering dilintasi masyarakat Gresik.
Dilihat dari fasilitasnya, underpass itu sudah lengkap dengan traffic light beserta rambu-rambu lalu lintas. Tapi karena masih sepi pengendara yang melintas. Adanya traffic light kadang tidak dihiraukan. “Skema lalu lintasnya seperti yang berjalan sekarang ini. Underpass itu bisa untuk alternatif. Namun, nanti akan kami kaji lagi,” ungkap Suudin. [dny/kun]






