Surabaya (beritajatim.com) – Unair (Universitas Airlangga) berencana untuk mulai memproduksi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada awal tahun 2025. Saat ini, vaksin masih dalam tahap pengembangan.
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih mengungkapkan, pengembangan vaksin PMK sudah dimulai sejak wabah PMK pertama kali muncul. Ia berharap vaksin ini dapat segera diproduksi setelah penelitian dan uji coba selesai.
“Penelitian sudah dilakukan sejak masalah PMK mulai muncul. Kini kami mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat proses produksi vaksin ini,” jelas Nasih pada Senin (11/11/2024).
Nasih menambahkan, vaksin PMK tersebut telah melewati uji coba pada hewan. Namun, masih diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan vaksin tersebut.
“Uji coba pada hewan sudah dilakukan. Karena ini untuk hewan ternak, uji coba pada manusia tidak diperlukan. Kami hanya perlu mengembangkan lebih lanjut,” tambahnya.
Nasih juga menjelaskan bahwa Unair menjadi pihak pertama di Indonesia yang mengembangkan vaksin PMK untuk ternak. Sebelumnya, pemerintah harus mengimpor vaksin dari luar negeri dengan harga yang relatif mahal.
“Indonesia sebelumnya belum memiliki vaksin untuk PMK, sehingga harus mengimpor dari luar. Namun, kami merasa ilmuwan di dalam negeri mampu mengembangkan vaksin ini dengan biaya yang lebih terjangkau,” kata Nasih.
Nasih berharap vaksin PMK yang dikembangkan Unair ini dapat mendukung program pemerintah, termasuk yang berkaitan dengan penyediaan makanan bergizi, seperti susu sapi.
“Kebutuhan vaksin PMK sangat besar, dan kami berharap ini dapat membantu pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi yang berasal dari sapi, susu, dan produk terkait lainnya. Kami siap untuk memproduksinya,” tutupnya. [ipl/suf]






