Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuat gebrakan dalam menyambut ribuan mahasiswa baru (maba) “Gen 25”. Rangkaian acara penyambutan yang dimulai sejak Senin (8/9/2025) hingga Selasa (9/9/2025) ini memadukan kemegahan teknologi visual dengan penanaman visi kebangsaan yang mendalam.
Dimulai dengan lautan cahaya spektakuler di Helipad UMM, penyambutan dilanjutkan dengan pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) yang mengusung tema besar ‘Ketahanan Pangan dan Energi Negeri’.
Pada Senin malam, langit di atas Kampus Putih bermandikan cahaya. Ribuan maba secara serentak menciptakan lebih dari 25 formasi memukau, mulai dari lambang Garuda, peta kepulauan Indonesia, hingga gugusan bintang melalui flashlight mob. Puncaknya, sebuah pertunjukan laser show megah diproyeksikan ke Gedung Kuliah Bersama (GKB), membawa pesan kebangsaan yang kuat.
Jamroji, M.Comms., selaku koordinator, menjelaskan bahwa UMM yang menjadi pionir flashlight mob terus berinovasi. Metode ini dipilih karena memiliki banyak keunggulan dibanding papermob.
“Dari sisi biaya, ini sangat efisien. Jika papermob untuk 10.000 mahasiswa bisa menelan biaya 250 juta rupiah, flashlight mob nyaris tanpa biaya karena hanya butuh lampu kilat smartphone,” jelasnya.
“Selain itu, pelaksanaannya malam hari jadi tidak panas, hasilnya lebih dramatis, dan yang terpenting, tidak menghasilkan sampah. Ini cerminan cinta kita pada bumi,” tambah Jamroji.
Kepala Humas UMM, Dr. M. Isnaini, M.Pd., menambahkan bahwa pertunjukan ini juga menjadi bentuk doa dan simpati untuk Indonesia, yang disimbolkan melalui konfigurasi laser bertagar #untukIndonesiayangDamaidanSejahtera serta momen hening untuk mengenang founding father UMM, Malik Fadjar.
Keesokan harinya, Selasa (9/9/2025), semangat ribuan mahasiswa baru dengan jaket almamater merah kembali bergemuruh di Helipad UMM. Pesmaba 2025 resmi dibuka secara simbolis dengan penyalaan turbin kincir angin, menegaskan komitmen UMM untuk melahirkan generasi yang peduli terhadap isu ketahanan pangan dan energi.
Dalam Stadium General, Wakil Menteri Diktisaintek sekaligus Sekretaris BPH UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., memberikan pesan tajam kepada Gen 25.
“Saudara sekarang menyandang predikat mahasiswa. Artinya, ada beban etik dan tanggung jawab moral yang lebih besar. Kuliah bukan sekadar mencari nilai, tapi mencari kehidupan agar ilmu kalian berdampak nyata,” tegasnya.

Fauzan menganalogikan mahasiswa baru agar menjadi seperti kupu-kupu yang setelah berproses mampu membawa keindahan dan manfaat, bukan seperti ular yang hanya berganti kulit. Ia juga menekankan pentingnya berorganisasi sebagai kawah candradimuka kepemimpinan untuk menyongsong bonus demografi dan Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., mendorong para maba untuk memegang teguh komitmen belajar keras dan disiplin. Ia mengingatkan jargon UMM: “Pasti Lulus Tepat Waktu, Pasti Bekerja, dan Pasti Mandiri”.
Dengan dibukanya Pesmaba, ribuan mahasiswa baru kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar UMM, siap ditempa untuk menjadi generasi tangguh yang kreatif dan solutif bagi masa depan bangsa.
“Belajar itu penting, tapi jangan lupakan akar spiritualitas. Tingkatkan ibadah dan perbaiki akhlak. Di sinilah kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter mulia,” ujar Rektor saat sambut mahasiswa baru. (dan/but)






