Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menerjunkan 1.024 mahasiswa KKN di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Di lokasi, mereka bakal mengaplikasikan 17 alat inovasi teknologi tepat guna.
Ketua KKN UM Surabaya 2024, Syarifuddin menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya menerjunkan mahasiswa KKN yang disebar di sejumlah daerah di Provinsi Jatim, seperti Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Tuban.
“Ada 17 inovasi teknologi tepat guna yang didanai universitas yang akan diaplikasikan dan disebar sesuai kebutuhan masyarakat menurut lokasi masing-masing sesuai riset di lapangan,”ujar Syarif, Kamis (25/7/2024).
Adapun 17 inovasi itu antara lain, alat pendeteksi kebocoran gas, alat pemotong singkong dengan kontrol jarak jauh, penyiram tanaman otomatis tenaga surya, alat tanam biji jagung, dan pangkah wetan serbuk jeruk nipis.
Kemudian, alat pembakaran ikan bebas polusi, alat pengering jambu mente, sprinkle penyiraman otomatis, cokrowati fertilizer berbasis Io, urban framing, dan smart hidroponik (water level control berbasis IoT bertenaga surya).
Selanjutnya, caraja (pengelolaan limbah cangkang kerang hijau; pupuk organik cair cangkang kerang hijau), biofertil (optimalisasi pupuk dari limbah air ikan dan kompos), ecoliving fish grill (alat pengasapan ikan yang ramah lingkungan), alat potong kripik otomatis, spiner peniris minyak, dan smart trash (pengelola sampah otomatis).
Kepala LPPM UM Surabaya Dede Nasrullah mengungkapkan, selain di Jatim, mahasiswa juga dikirim ke Surakarta hingga Malaysia. Dengan tema ‘Action for Greener Future’, harapannya ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam menerapkan konsep ECO-Living.
Dede memaparkan, ada 6 kegiatan yang akan diimplementasikan di lokasi KKN. Pertama, Smart Village Development Implementasi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan desa.
Kedua, Sustainability and Green Economy Program daur ulang dan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Ketiga, Digital Literacy and Inclusion Pengembangan e-commerce untuk produk lokal desa.
Keempat Climate Change Mitigation Pengembangan sistem pertanian berkelanjutan untuk adaptasi iklim. Kelima, Cultural Heritage and Tourism Promosi pariwisata melalui platform digital dan media sosial, dan terakhir education and Skill Development pengembangan perpustakaan digital dan sumber belajar online.
Dede menambahkan, isu lingkungan menjadi tema menarik di tengah kerusakan lingkungan saat ini. Ia berharap inovasi tepat guna yang dibuat oleh mahasiswa dapat bermanfaat bagu masyarakat.
“Harapannya inovasi tepat guna yang dibuat mahasiswa KKN UM Surabaya bisa bermanfaat untuk masyarakat dan memiliki dampak besar dalam mengatasi permasalahan yang ada di wilayah tersebut,” harapnya. [ipl/aje]






