Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 980 mahasiswa Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri mengikuti pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2024. Mereka akan melakukan pengabdian masyarakat di Kabupaten Magetan, Nganjuk dan Kediri mulai hari ini, 23 Juli 2024 hingga 22 Agustus 2024 mendatang.
Plt. Kepala LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengadian Kepada Masyarakat) Uniska Kediri drh. Ertika Fitri Lisnanti, M.Si melaporkan ratusan mahasiswa ini terbagi menjadi 31 kelompok. Mereka akan diterjunkan ke-4 kecamatan dan 18 desa di Kabupaten Magetan, 6 desa di Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk dan 5 desa di Kabupaten Kediri serta beberapa mahasiswa yang terdaftar program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Rektor Uniska Kediri Prof. Dr. Bambang Yulianto, M.Pd mengatakan, KKN adalah kegiatan wajib yang akademis, tetapi banyak mendidik mahasiswa untuk menguatkan softskill kepemimpinan, memecahkan masalah hidup, sosial dan sangat diperlukan untuk memimpin anak muda ke depan. Masih kata dia, dari tiga lokasi KKN tahun ini, Magetan menjadi daerah untuk pertama kalinya bagi mahasiswa Uniska Kediri.
“Magetan untuk pertama kalinya dan jumlah mahasiswanya paling banyak, hampir 2/3 peserta berasal dari Magetan. Disana ada yang namanya di Geni Langit. Bahkan, disebelahnya itu disebut negeri diatas awan. Kalian pasti akan senang. Kemudian menyeberang ke daerah Sarangan,” tutur Bambang.

Selain menitipkan seluruh mahasiswa KKN kepada masing-masing pemangku wilayah, Bambang juga berpesan agar peserta bisa manfaatkan kesempatan disana untuk mendapatkan ilmu yang sebaik-baiknya. “KKN itu belajar, bukan menggurui. Berikan ilmu kalian,” ungkapnya.
Pesan yang sama disampaikan oleh H. Rinto Harno, S.Mn., M.M., selaku Ketua Yayasan Bina Cendikia Muslim Pancasila yang menaungi Uniska Kediri. Selain tentang upaya untuk mengangkat potensi perekonomian daerah, pesan dia, juga tentang bahaya judi online (judol).
“Pesan saya, nanti di lokasi KKN teliti betul potensi apa yang bisa diangkat di daerah itu. KKN ini boleh mengabdi kepada sana untuk kebaikan, khususnya di sektor ekonomi. Tetapi yang paling penting adalah setelah KKN selesai, kalian bisa mengangkat produk di daerah itu supaya bisa meningkat,” tutur Rinto.
Masih kata Rinto, potensi mahasiswa KKN Uniska Kediri sangat besar dan harus bisa dioptimalkan untuk masyarakat dan bermanfaat diri pribadi. Dia mencontohkan adanya salah seorang mahasiswa di Solo, Jawa Tengah yang bisa mengangkat produk UMKM berupa Tas dari daun pandan. Oleh mahasiswa tersebut, barang kerajinan itu dipasarkan secara online dan kini banjir permintaan, hingga ia menjadi jutawan.
“Kalian semuanya harus punya prinsip seperti itu. Jangan takut bayangan. Bagaimana kita bisa mengangkat mereka supaya bisa lebih baik. Bagi yang kuliah di akuntansi, tolong di tempat kalian KKN pelajaran akuntasi bisa disampaikan ke industri kecil atau petani supaya bisa menanajemen keuangan dengan baik,” bebernya.
Pun demikian, kata Rinto, berlaku pula terhadap mahasiawa dari Fakultas Pertanian, yang juga harus bisa begitu. Mahasiswa KKN Uniska Kediri harus dapat memberikan wawasan kepada petani tentang cara memanajemen pupuk dengan baik.

“Yang terkhusus, pesan kali ini penting sekali. Kalian harus bisa memberi penerangan kepada masyarakat tentang bahaya mengikuti judi online. Penyakit ini sudah merajalela sampai masyarakat bawah,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Plt Bupati Magetan Ir. Hergunadi, M.T menyatakan, menerima KKN Uniska Kediri tahun 2024 sengan senang hati. Pihaknya juga berterima kasih atas pemberian mahasiswa KKN yang sangat bermanfaat untuk peningkatan SDM di Kabupaten Magetan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Uniska yang telah memberikan kami mahasiswa KKN. Pasti akan sangat bermanfaat dan berdampak positif bagi Kabupaten Magetan, karana akan mendapatkan suport cendikia untuk ikut meningkat SDM,” terangnya.
Dia berharap mahasiswa bisa mewujudkan generasi Indonesia Emas. Caranya dengan mengggunakan kesempatan sebaik-baik dalam menerima pelajaran di kampus dan diimplementasikan ke masyarakat.
Dalam seremonial pelepasan mahasiswa KKN ini juga diadakan penandatanganan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) antara Uniska Kediri dengan Pemerintah Kabupaten Magetan. Sementara itu, acara diakhiri dengan penyerahan cindera mata dan pemakaian jaket Uniska Kediri oleh Plt Bupati Magetan Ir. Hergunadi, M.T, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk serta Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri. [nm/but]






