Surabaya (beritajatim.com) – Bogasari SME (Small Medium Enterprise) Award 2025 kembali digelar untuk memberi apresiasi kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tidak hanya berinovasi, tetapi juga melek digital. Dalam ajang yang memasuki usia penghargaan ke-15 tahun ini, tiga UKM berhasil meraih juara setelah melewati proses seleksi ketat dan menampilkan berbagai inovasi dalam bisnis mereka.
Papa Cookies, yang berasal dari Sragen, berhasil meraih juara pertama, disusul oleh Home Made Bakery dari Jakarta di posisi kedua, dan Sari Madu Bakery dari Samarinda di tempat ketiga.
Ketiga UKM ini dinilai memiliki kualitas produk yang unggul, pemahaman pasar yang matang, serta kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memajukan usaha mereka.
Budi Hartono, Vice President Marketing Bogasari, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan melalui empat tahapan seleksi yang melibatkan tim internal Bogasari serta dewan juri eksternal yang ahli di bidangnya.
Ada tujuh kriteria yang menjadi acuan penilaian, seperti inovasi produk, digitalisasi usaha, strategi pemasaran, dan kemampuan pengembangan bisnis. “Penilaian akhir dilakukan dengan presentasi langsung, di mana para finalis memaparkan inovasi bisnis dan strategi digitalisasi usaha mereka,” ujar Budi dalam keterangan tertulis yang diterima beritajatim.com, Jumat (12/12/2025).
Dari 119 UKM yang mendaftar untuk mengikuti ajang ini, sebanyak 10 finalis terpilih dan mempresentasikan bisnis mereka di hadapan dewan juri. Tema yang diangkat dalam Bogasari SME Award 2025 adalah “Level Up UKM: Inovasi dan Digitalisasi untuk Bisnis yang Kokoh”, mencerminkan fokus penghargaan pada transformasi digital yang kini menjadi salah satu kunci sukses dalam dunia bisnis.
Selain mendapatkan penghargaan, para finalis juga berkesempatan untuk mengikuti program promosi usaha dan edutrip ke luar negeri, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mereka. Budi Hartono menambahkan, “Penghargaan ini adalah komitmen kami dalam membangun ekosistem UMKM berbasis terigu, dan membantu UKM agar lebih siap dalam menghadapi persaingan di era digital.”
Kisah sukses para juara, seperti Papa Cookies yang didirikan oleh Eriyanto, mantan pegawai bank yang kini memiliki lebih dari 200 cabang di Indonesia, menjadi contoh nyata dari pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam perkembangan usaha.
Demikian pula dengan Home Made Bakery dan Sari Madu Bakery yang telah berhasil mengembangkan usaha mereka berkat penerapan teknologi dan pemahaman pasar yang baik. [suf]






