Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya memiliki lab struktur dengan alat canggih bernama Lateral Hydraulic Jack, yakni sebuah alat untuk melakukan simulasi beban gempa.
Tentu sangat bahaya jika kolom dan pondasi bangunan tidak tahan gempa. Karena itu, Mahasiswa Doctoral Program in Civil Engineering UK Petra Ir Jaka Propika melakukan pengujian siklik untuk mencari tahu beban gempa pada kolom pracetak.
Alat tersebut digunakan Jaka dalam rangka penelitiannya berjudul ‘Sambungan Kolom dan Pondasi Pracetak dengan Sistem Kombinasi Ankur dan Pocket pada Daerah dengan Potensi Gempa Tinggi’. “Pembangunan suatu gedung biasanya menggunakan cor setempat atau kolom manual. Pengujian kali ini mengambil sebuah inovasi yakni menggunakan kolom dengan sistem pracetak,” kata Jaka, Rabu (25/10/2023).
Kolom pracetak sendiri merupakan kolom beton yang diproduksi di pabrik dengan bentuk sesuai cetakan. Jaka merinci, penggunaan sistem pracetak bisa lebih efisien dari sisi waktu, biaya, dan tenaga. “Sebab pada kolomnya itu sudah ada koneksi. Sehingga ketika pembangunan nanti, tinggal disambung dengan baut, layaknya bermain lego,” imbuhnya.
Namun untuk mendapatkan perhitungan formula sambungan yang tepat dan sesuai, Jaka perlu menguji beban gempanya. Kecanggihan dari Lateral Hydraulic Jack yang hanya ada di Lab Struktur UK Petra, membantunya melakukan simulasi beban gempa itu.
Jaka bersyukur berkesempatan mencoba kecanggihan dan kelengkapan alat di lab struktur UK Petra. Menurutnya, karena lab struktur ini satu-satunya lab di kampus Jatim yang memiliki alat berupa lateral hydraulic jack, yang juga memfasilitasinya dalam melakukan pengujian beban gempa.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk PCU (Petra Christian University). Saya merasa sangat terbantu, karena di model pengujian seperti yang saya teliti ini, PCU memiliki lab struktur dengan alat yang canggih dan lengkap,” tuturnya.
Sementara Asisten Lab Struktur UK Petra Angeline Gunawan menjelaskan bahwa hydraulic jack di UK Petra sudah dilengkapi mesin kontrol dan berkapasitas tekan mencapai 200 ton. Untuk tariknya mencapai 100 ton, dengan total stroke 600 millimeter.
Sehingga, kata dia, hasil yang didapatkan lebih spesifik dan mendetail, sebab pengujian lateralnya bisa dilakukan dengan skala spesimen 1:1. Diketahui, lab struktur UK Petra juga memiliki hydraulic jack yang dipasang dengan arah lateral atau horizontal.
“Sehingga selain untuk menguji beban dari atas (gravitasi), di sini juga bisa melakukan uji dari arah samping untuk melihat ketahanannya terhadap beban gempa. Dengan begitu, bisa dibilang bahwa PCU punya alat lengkap yang tak dipunyai kampus lain,” katanya.
Angeline menyebut lab struktur juga dilengkapi strong wall dan strong floor. Keduanya berfungsi sebagai media untuk menahan, agar kondisi dari alat hydraulic jack tetap stabil saat memberikan tekanan atau beban kepada spesimen saat pengujian. Sehingga kekuatannya pun berkali-kali lipat dari perencanaan spesimen yang diuji. [ipl/kun]
BACA JUGA: Mahasiswa UK Petra Buat Game untuk Asah Logika dan Problem Solving






