Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri (UIN) Malang terus merencanakan untuk merekayasa ulang program andalannya demi mencapai target unggul internasional. Prof. Dr. Chandra Fajri Ananda S.E, M.Sc, anggota Dewan Pengawas Badan Layanan Umum UIN Malang menekankan pentingnya netralitas institusi dalam pendidikan.
Hadir saat perencanaan ini antara lain Wakil Rektor, Ketua Senat, Dekan, Wakil Dekan, dan pembicara Prof Chandra sebagai pembicara. Ia juga mendorong persiapan yang bijak untuk setiap perubahan regulasi dan menganjurkan kesiapan UIN Malang agar menyesuaikan biaya kuliah.
“UIN Malang juga perlu meningkatkan fasilitas. Hal itu bertujuan untuk menghidupkan kembali daya tarik UIN Malang bagi publik dan pemangku kepentingan,” ungkap pria yang berdedikasi terhadap integritas keuangan diusianya yang sudah 59 tahun.

Dia menekankan juga soal reposisioning yang bertujuan untuk meningkatkan citra, membentuk persepsi yang lebih condong kepada profitabilitas. Untuk mencapai hal tersebut, tindakan strategis melibatkan pembangunan kembali keunggulan kompetitif.
Selain itu, Prof Candra menegaskan agar institusi bisa mengubah citra, memodifikasi fitur-fitur program, dan menerapkan strategi pemasaran di seluruh program akademik. Inisiatif ini menanggapi tren demografis yang berubah di kalangan calon mahasiswa.
“Maka dari itu, saat ini dibutuhkan dan diperlukan modifikasi keunggulan kompetitif akademik baru dan yang sudah ada dalam lingkup nasional dan global,” tegasnya.
Ada juga tindakan kunci yang perlu dicapai. Hal itu meliputi peningkatan kualitas dosen, penyederhanaan birokrasi kampus, diversifikasi sumber pendapatan, memperkuat kemitraan dengan institusi industri dan komunitas alumni.
“Perlu juga untuk memulihkan citra merek program akademik melalui upaya rebranding yang komprehensif,” katanya menutup. [dan/but]






