Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) bekerja sama dengan PRISMA meluncurkan PRISMA-UB Repository.
Repository ini berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan untuk mendukung kegiatan pembelajaran inovatif dan riset, baik pada tingkat regional maupun nasional, khususnya dalam bidang pertanian dan peternakan yang berbasis Climate-Smart Livestock (CSL).
Prof. Dr. Muchamad Ali Safaat, SH., MH., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Universitas Brawijaya, mengungkapkan bahwa prototype repository ini menjadi pemicu bagi sivitas akademika UB.
Ia berharap sivitas akademika berperan aktif dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan, yang semakin kritis akibat perubahan iklim ekstrem dan berkurangnya lahan pertanian.
“Ini juga menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk menciptakan petani-petani kreatif dengan inovasi yang mampu beradaptasi terhadap kemajuan teknologi, sehingga lulusan agrokompleks siap menghadapi masa depan,” jelasnya, pada Selasa (12/11/2024) kemarin.
Kerjasama antara UB dan PRISMA telah berlangsung sejak 2016, menghasilkan berbagai produk pengetahuan di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
Menurut Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto, M.Rur.Sc., inisiator program ini, PRISMA-UB Repository akan memudahkan akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan melalui platform Knowledge Garden di perpustakaan UB, yang dikenal sebagai salah satu repository kampus terbaik di Indonesia.
“Ketahanan pangan adalah keniscayaan yang harus dipenuhi untuk kebutuhan umat manusia. Peran UB dalam membuka perspektif mahasiswa, dosen, maupun pelaku pasar untuk pengembangan sektor pertanian sangatlah penting,” ungkapnya.
Prof. Dr. Iwan Permadi, SH., M.Hum, Kepala Perpustakaan UB, mengapresiasi hadirnya PRISMA-UB Repository sebagai pusat data pengetahuan yang dapat diakses terbuka. Repository ini memanfaatkan pendekatan Market System Development (MSD) dari PRISMA, diharapkan menjadi acuan bagi sivitas akademika untuk kepentingan nonkomersial dan meningkatkan kualitas akademik dan penelitian di UB.
Soft launching PRISMA-UB Repository ini turut menghadirkan sejumlah pakar dalam diskusi panel bertajuk “Climate Smart Practices,” termasuk Prof. Hendrawan dari Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Kurniatun Hairiah dari Fakultas Pertanian, dan Prof. Dr. Ir. Suhardjono, M.Pd., Dipl.HE dari Fakultas Teknik. Diskusi ini mengupas tantangan serta relevansi praktik pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan masih menjadi isu penting baik di negara maju maupun berkembang, termasuk di Indonesia yang terus mengembangkan sektor agrokompleks demi dampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Program PRISMA, kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan Australia, hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat pasar pertanian di pedesaan Indonesia. (dan/ted)






