Jember (beritajatim.com) – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Jember mengakhiri aksi dengan membersihkan sampah-sampah yang bertebaran di lokasi unjuk rasa, di depan gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa (12/4/2022) sore.
Aksi bersih-bersih sampah menepis kekhawatiran bakal terjadinya kerusuhan dalam unjuk rasa hari ini, sebagaimana terjadi pada Oktober 2020. Saat itu kaca jendela gedung DPRD Jember hancur menjadi korban lemparan batu oleh massa.
Dalam wawancara dengan wartawan, koordinator aksi M. Yayan mengatakan, ada beberapa menteri di kabinet Joko Widodo yang disoroti. “Pertama, (Menteri Koordinator Maritim dan Investasi) Luhut Binsar Panjaitan. Dari statement Luhut yang mengeluarkan big data (soal dukungan terhadap Jokowi agar menjadi presiden tiga periode, red) sangat kami sayangkan. Kedua, Menteri Perdagangan M. Lutfi,” katanya.
Mahasiswa menilai Lutfi tidak cakap mengelola tata perdagangan minyak goreng. “Jokowi harus mencopot Menteri Perdagangan dan kami mengecam keras Bapak Luhut,” kata Yayan.
Mahasiswa juga mendorong Ketua DPRD Jember dan perwakilan partai politik untuk menandatangani pakta integritas dan mendesak agar Ketua DPR RI serta Presiden secara tegas menolak penundaan Pemilu 2024.
[berita-terkait number=”4″ tag=”demo-mahasiswa”]
“Kedua, Menuntut DPRD Kabupaten Jember untuk mendesak DPR RI dan MPR RI supaya tidak mengamandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” kata Yayan.
“Ketiga, mendorong DPRD Kabupaten Jember untuk mendesak presiden agar segera menyelesaikan persoalan tingginya harga minyak goreng dan meminta presiden untuk me-reshuffle Menteri Perdagangan. Keempat, mendesak pemerintah untuk mencabut ketetapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen,” kata Yayan. [wir/but]






