Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh muda NU, Ubaidillah Amin (Gus Ubaid) ikut buka suara terkait tuduhan oleh beberapa pihak yang mengatakan ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi palsu.
“Menurut kami, itu hanya dilakukan oleh oknum-oknum pencari perhatian, pembuat kegaduhan dan tidak punya pekerjaan. Kami mencoba berpikir secara nalar dan logika kami sebagai orang awam, ya tidak masuk akal itu dilakukan oleh seorang Pak Jokowi,” kata Gus Ubaid, Jumat (9/5/2025).
“Pak Jokowi itu memulai karier politiknya sebagai wali kota. Yang kami tahu, pendaftaran untuk mencalonkan diri menjadi kepala daerah itu sangat ketat verifikasi datanya. Apalagi, ketika beliau mencalonkan diri menjadi Presiden RI di tahun 2014 tentunya lebih ketat lagi,” imbuhnya.
Gus Ubaid ingin memberikan saran kepada mereka yang selama ini memproduksi informasi kebohongan, yang dibungkus seolah-olah berdasarkan kajian intelektual dan mereka sebarkan ke publik.
“Segeralah meminta maaf kepada Pak Jokowi dan keluarganya. Selanjutnya, meminta maaf pula kepada seluruh rakyat Indonesia, karena telah membuat kegaduhan. Dan, terakhir minta maaf lah kepada Tuhan Yang Maha esa. Mari kita kembali kepada nilai-nilai luhur sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi budaya berakhlak, dan tentunya masih banyak hal positif yang bisa kita perbuat untuk memajukan negara Indonesia, daripada hanya sekadar menebar fitnah dan mencari kesalahan,” jelasnya.
“Dan, kami pribadi mendukung penuh pelaporan yang dilakukan oleh Pak Jokowi ke polisi atas fitnah dan tuduhan dari beberapa oknum tersebut,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan ijazahnya kepada penyidik Bareskrim Polri. Ijazah itu diserahkan buntut tudingan ijazah palsu yang dilayangkan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dalam bentuk aduan masyarakat (dumas) di Bareskrim Polri.
Ada dua ijazah yang diserahkan, yakni ijazah SMAN 6 Solo dan ijazah dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ijazah itu dibawakan langsung oleh adik ipar dan ajudan Jokowi, Wahyudi Andrianto dan Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah.
“Hari ini kita sudah serahkan semuanya kepada pihak Bareskrim untuk ditindaklanjuti, untuk dilakukan uji laboratorium forensik,” kata kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/5/2025).
Dia mengaku belum mendapat informasi perihal kapan hasil uji laboratorium forensik (labfor) itu dilakukan. Dia menyebut akan menyerahkan seluruh prosesnya kepada penyidik. (tok/ian)






