Surabaya (beritajatim.com) – Tren wisata medis mulai berkembang di Bali seiring meningkatnya minat wisatawan yang ingin mendapatkan layanan kesehatan dan estetika saat berlibur. Pulau Dewata kini tidak hanya menawarkan wisata alam dan budaya, tetapi juga menjadi destinasi bagi mereka yang ingin menjalani perawatan kecantikan berstandar internasional.
Salah satu klinik yang baru hadir di kawasan Legian menggabungkan konsep wisata dan estetika medis. Klinik ini menyediakan berbagai layanan mulai dari perawatan kulit, prosedur anti-penuaan, hingga pelatihan tenaga medis lokal yang bekerja sama dengan dokter dari luar negeri.
“Bali adalah destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Dengan adanya layanan seperti ini, mereka tidak perlu melakukan perjalanan jauh ke negara lain untuk mendapatkan perawatan kecantikan,” kata Hyun Seung Yu, CEO CGBIO, perusahaan bioregeneratif yang menaungi klinik ini di Surabaya, Jumat (26/9/2025).
Menurutnya, keberadaan klinik dengan fasilitas dan teknologi modern bisa menjadi peluang bagi tenaga medis Indonesia untuk mengembangkan keahlian di bidang estetika. Klinik tersebut juga dijadikan pusat pelatihan yang rutin mengadakan seminar dan praktik langsung bagi dokter dari berbagai daerah.
Selain itu, klinik ini rencananya akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional yang menghadirkan tenaga profesional dari lebih dari 20 negara. Acara tersebut akan membahas teknik perawatan kulit, terapi anti-penuaan, dan inovasi di bidang estetika medis.
“Bali memiliki potensi besar untuk menjadi pusat wisata medis seperti Seoul atau Bangkok. Hal ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pariwisata,” ujarnya.
Dengan berkembangnya wisata medis, wisatawan yang datang ke Bali kini memiliki pilihan yang lebih beragam. Mereka dapat menikmati keindahan alam sekaligus mendapatkan layanan kesehatan dan kecantikan yang sebelumnya hanya tersedia di luar negeri.
“Ini juga menunjukkan bagaimana pariwisata dan layanan medis dapat berjalan beriringan, membawa peluang baru bagi ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja bagi tenaga medis serta profesional di bidang estetika,” katanya. [asg/ian]






