Gresik (beritajatim.com) – Naas dialami oleh Putri Dwi Juwirnasari (7), warga Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Bocah yang duduk di bangku sekolah dasar itu ditemukan tewas hanyut di selokan saat bermain dengan rekannya sewaktu hujan deras, Selasa malam (3/2).
Kronologi kejadian bermula saat korban, Putri Dwi Juwirnasari, bermain dengan teman-temannya di depan masjid dalam kondisi gerimis, tepatnya di Jalan Permata 22 Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo.
Saat asyik bermain, korban sempat diingatkan oleh penjual es batu di sekitar masjid agar berteduh dan segera pulang. Namun, imbauan tersebut tidak dihiraukan oleh korban. Sebaliknya, korban kembali bermain di selokan yang berada di samping masjid saat kondisi hujan deras.
Korban tidak mengetahui bahwa arus selokan sangat deras. Saat asyik bermain dan berenang di selokan, korban kemudian terseret arus. Takmir masjid yang mengetahui kejadian tersebut berusaha menolong, namun korban terus terseret. Selanjutnya, pihak masjid melapor ke call center 112 guna meminta bantuan evakuasi dan pencarian korban.
Mendapat informasi tersebut, tim SAR gabungan menuju lokasi dan melakukan penyisiran dari titik awal. Pencarian dihentikan pada malam hari karena kondisi medan yang tidak memungkinkan akibat minimnya penerangan.
Pencarian kembali dilakukan pada pagi hari. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 08.00 WIB di sebuah muara dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari titik lokasi awal. Selanjutnya, korban dibawa menggunakan ambulans ke puskesmas untuk tindak lanjut, lalu dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik, Suyono, membenarkan bahwa anggotanya yang bertugas berhasil mengevakuasi anak berusia tujuh tahun yang terseret arus selokan tersebut.
“Korban dievakuasi dari titik awal sejauh satu kilometer. Jasadnya sudah dimakamkan oleh keluarganya di kampung halamannya,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan, evakuasi melibatkan enam personel Damkar Gresik bersama anggota Polsek Driyorejo, Koramil setempat, serta relawan. “Kejadian ini agar tidak terulang lagi. Kami mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi ke mana pun anaknya bermain dan jangan sampai diabaikan,” imbuhnya. (dny/kun)






