Lamongan (beritajatim.com) – Diduga kabel land jaringan mengalami korsleting, satu unit trafo 31 di gardu milik PLN yang berada di depan Kantor Kecamatan Sugio Lamongan tiba-tiba meledak, Rabu (6/4/2022) malam ini.
Menurut penuturan warga setempat, ledakan trafo ini menimbulkan suara yang cukup keras, sehingga warga dan para pengguna jalan di sekitar lokasi tersebut kaget. Pasca meledak, si jago merah kemudian muncul dan membakar instalansi atau kabel yang berada di samping travo sebelah timur.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kebakaran”]
Salah satu saksi mata, bernama Sasongko (47) yang juga Satpam Bank Jatim Sugio, mengatakan, jika insiden itu terjadi secara tiba-tiba dan begitu cepat. “Trafo meledak, lalu muncul api yang membakar seluruh instalasi atau kabel yang ada di sebelahnya,” kata Sasongko.
Lebih lanjut, Sasongko menuturkan, meski terjadi ledakan dan muncul api, namun arus listrik dari PLN Rayon Babat itu tak padam. Selang sejenak, sejumlah anggota Polsek Sugio yang tak jauh dari TKP pun bergegas menghubungi pihak PLN dan petugas pemadam kebakaran (Damkar).
“Setelah meledak, api kemudian semakin membesar. Polisi lalu datang, warga sempat memadamkan memakai alat APAR milik Bank Jatim Sugio dan H. Sulton, karena khawatir jika api akan menjalar ke sejumlah bangunan rumah warga sekitar,” imbuhnya.
Setelah dihubungi oleh pihak kepolisian, petugas PLN yang tiba di TKP segera melokalisir dan memutus arus listrik. “Untungnya petugas dari PLN dan Damkar cepat menuju lokasi. Alhamdulillah tak ada korban jiwa dalam insiden ini,” sambung Sasongko.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari petugas PLN dan Damkar, diduga bahwa ledakan ini terjadi lantaran adanya korsleting kabel yang berada di trafo. “Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta,” ujar Amrih, Kabid Damkar Lamongan, saat dikonfirmasi.
Amri menambahkan, untuk menangani kebakaran yang terjadi, pihaknya telah menerjunkan 1 unit armada damkar, dibantu pihak kepolisian dari Polsek Sugio dan 3 petugas dari PLN.
“Alhamdulillah, api berhasil dijinakkan. Para pengguna jalan yang sempat memadati sepanjang jalan itu dihalau dan diminta untuk melanjutkan perjalanan,” pungkasnya.[riq/kun]






