Bantul (beritajatim.com) – Di daerah Bantul, sebuah tradisi unik yang dikenal sebagai “Umbah-Umbah Klasa” telah menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan menjelang bulan suci Ramadhan.
Tradisi ini menjadi sorotan setiap tahun karena dilakukan oleh sekelompok pemuda yang dengan penuh semangat membersihkan tikar di aliran sungai yang terletak di antara jalan setapak dan sawah. Kebiasaan ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, melainkan juga simbol kebersamaan dan kegembiraan.
Video yang menjadi viral di platform TikTok oleh akun @javachill menampilkan momen-momen mengesankan dari tradisi “Umbah-Umbah Klasa.”
Dalam video yang telah ditonton lebih dari 4,4 juta kali itu, sejumlah pemuda terlihat tengah mencuci tikar dengan penuh keceriaan di aliran sungai yang mengalir di antara jalan setapak dan sawah.
Mereka tidak hanya sekadar menjalankan tradisi membersihkan tikar, tapi juga bersenda gurau dan tertawa bersama, menciptakan suasana yang ceria dan penuh kebersamaan.
Setelah tikar selesai dicuci, kegembiraan mereka belum berakhir. Dalam video yang memperlihatkan kegembiraan mereka, terlihat mereka kembali bermain air, keramas bersama, dan bahkan menceburkan diri ke dalam sungai dengan gerakan salto yang mengundang tawa.
Tradisi ini tidak hanya sekadar membersihkan tikar, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang penuh keseruan bagi para pemuda Bantul.
Reaksi positif datang dari warganet yang menyaksikan video tersebut. Banyak yang memberikan pujian kepada para pemuda yang tetap mempertahankan tradisi ini. Banyak juga yang kagum akan keseruan para pemuda ini.
Akun @santiyanti155 menulis, “Seru banget ya di desa org,” sementara @yhuno.10 menambahkan, “Kayak gitu serunya melebihi apapun.” Komentar lain seperti dari akun @963874bee menyatakan kekagumannya, “Jarang-jarang ada pemuda keg gitu nyuci tikar bareng-bareng.” Akun @cyndicah ikut berkomentar “Enknya tinggal didesa itu gini lo.”
Tradisi “Umbah-Umbah Klasa” bukan sekadar ritual membersihkan tikar, melainkan juga sebuah perayaan kebersamaan dan kegembiraan.
Semangat para pemuda Bantul dalam melestarikan tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga inspirasi bagi generasi mendatang untuk tetap menjaga dan membangun kebersamaan di tengah pesatnya perubahan zaman.
Diharapkan, nilai-nilai positif yang tercermin dari tradisi ini dapat terus mengakar dalam kehidupan masyarakat setempat dan menjadi pembelajaran berharga bagi semua. [ian]





