Jombang (beritajatim.com) – Di tengah kesibukan bulan Ramadan, seorang pengusaha non-muslim asal Jombang, Chandra Iwanto (71), kembali menyelenggarakan tradisi pemberian sembako kepada warga sekitar, Sabtu (14/3/2026).
Bingkisan tersebut, berisi beras, tepung terigu, gula pasir, dan minyak goreng, diberikan kepada ratusan warga, termasuk anak yatim, lansia, dan warga kurang mampu.
Dina Lani (46), salah satu penerima, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya saat menerima bantuan tersebut.
“Saya bersyukur mendapatkan bingkisan Ramadan dari seorang pengusaha yang peduli dengan kami,” ujar Dina dengan senyuman. Bingkisan ini, baginya, bukan hanya sebuah bantuan material, tetapi simbol dari rasa kebersamaan dan kepedulian.
Sejak 1993, Chandra Iwanto telah rutin membagikan sembako pada bulan Ramadan. Tahun ini, Ia membagikan sebanyak 600 paket sembako kepada panti asuhan, warga Kelurahan Kaliwungu, serta Yayasan Griya Cinta Kasih yang merawat ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).
Menurut Chandra, aksi sosial ini adalah bentuk pengamalan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih besar daripada sekadar perbedaan agama dan budaya.
“Saya membagikan paket sembako ini atas dasar kemanusiaan. Kita semua bersaudara. Seduluran. Tidak memandang suku, agama, dan ras,” ujar Chandra dengan penuh ketulusan.

Bingkisan sembako ini diberikan dengan harapan dapat membantu warga yang membutuhkan selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Chandra juga menyarankan agar sembako ini digunakan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.
Dalam proses pembagian sembako, Chandra memberikan prioritas kepada lansia untuk memastikan mereka tidak harus menunggu terlalu lama.
Siti Karomah (73), seorang lansia yang juga menerima bantuan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Setiap tahun saya selalu mendapatkan sembako dari Pak Ie Ching. Ini bermanfaat bagi saya dan keluarga. Bahkan saya juga pernah dibantu membangun rumah,” ujar Karomah.
Ini menunjukkan bahwa tradisi pemberian sembako ini sudah mengakar dan memberi dampak langsung kepada kehidupan warga.
Aksi sosial ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya toleransi, kebersamaan, dan semangat gotong royong, terlepas dari perbedaan latar belakang agama dan suku. Chandra Iwanto, dengan penuh kasih sayang, mengingatkan kita untuk menjaga semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. [suf]






