Gresik (beritajatim.com) – Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sudah dioperasikan sejak tahun 2020. Namun, pengerjaan masih menyisakan ruas Tol Bunder-Manyar.
Dari empat sesi yang dikerjakan, saat ini, baru sampai di titik Tol Bunder. Sedangkan sesi empat yang mengarah ke Manyar belum digarap.
Pembebasan lahan untuk sesi empat itu sebenarnya sudah selesai tahun 2021 lalu. Ada sejumlah kendala dalam pembebasan namun sudah diselesaikan.
Nantinya ruas Tol Bunder-Manyar melintasi enam desa. Di antaranya Desa Kembangan, Dahanrejo, Tebaloan, Leran, Betoyoguci dan Banyuwangi. Menurut informasi, tol KLBM itu akan memiliki exit tol di depan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE. Hal ini memang untuk mendukung investasi di sana.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jalan-jatim”]
Direktur Teknik PT Waskita Bumi Wira Norman Hidayat menuturkan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan sesi empat itu akan dilanjutkan. Kendati persiapan sudah dilakukan, hanya saja, sesi empat itu menunggu bundling proyek Tol Gresik-Tuban.
“Untuk lahan Tol Gresik-Tuban sudah disiapkan,” tuturnya, Selasa (6/12/2022).
Ia menambahkan, ruas Tol Bunder-Manyar itu dikerjakan berbarengan dengan Tol Gresik-Tuban.
“Meski lahan sudah siap namun sampai sekarang Tol Gresik-Tuban juga belum tahu kapan akan dikerjakan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Tol KLBM memiliki panjang 29 kilometer yang sudah dioperasikan. Selanjutnya, ruas Tol Bunder-Manyar memiliki panjang 9,333 kilometer. Dalam beberapa tahun ke depan, tol ini akan dihubungkan hingga ke Tuban untuk menunjang ruas jalan Utara Pulau Jawa. [dny/but]






