Kediri (beritajatim.com) – Memanasnya situasi nasional akibat gelombang demonstrasi pasca meninggalnya driver ojek online, Affan Kurniawan, turut menjadi perhatian tokoh masyarakat di Kota Kediri.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri, Abu Bakar Abdul Jalil, serta Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kediri, Munjidul Ibad, menyerukan agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan keamanan.
Aksi protes di sejumlah kota, termasuk Jakarta, menguat setelah Affan Kurniawan meninggal dunia usai terlindas kendaraan taktis Brimob. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas di berbagai daerah, termasuk Kediri.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim, saya Abu Bakar Abdul Jalil, Ketua NU Kota Kediri mengajak, mengimbau kepada segenap masyarakat Kota Kediri, warga Kota Kediri, segenap elemen untuk bisa selalu menjaga persatuan, kerukunan, kebersamaan di dalam mewujudkan Indonesia yang gemah ripah loh jinawi,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Tokoh agama yang akrab disapa Gus Ab itu menegaskan bahwa keamanan wilayah merupakan bagian dari perintah agama dan memiliki dampak besar terhadap kelancaran perekonomian.
“Didalam mewujudkan Indonesia yang baldautun thayyibatun wa rabbun ghofur, terutama di dalam menjaga keamanan, menjaga stabilitas keamanan wilayah hukum Kediri Kota dan tentunya menjaga keamanan ini bagian daripada melaksanakan alquranul karim,” katanya.
Ia juga mengutip doa Nabi Ibrahim sebagai teladan dalam menjaga stabilitas bangsa.
“Nabi Ibrahim berdoa, ‘Ya Allah jadikanlah negara yang aman’. Insya Allah kalau aman, kondusif, maka ekonomi akan lancar. Mudah-mudahan Kediri tetap kondusif. Tetap aman dan tentunya tetap lancar. Aamiin ya robbal alamin,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Munjidul Ibad, mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi dalam menghadapi dinamika politik nasional.
“Assalamualaikum warohmatullah saya Munjidul Ibad, Ketua DPD KNPI Kota Kediri mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Kediri, khususnya pemuda di Kota Kediri untuk tetap menjaga kondusifitas dan keamanan di Kota Kediri,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya berpikir jernih dan tidak terbawa arus provokasi. “Kita tahu situasi nasional lagi hangat, mari kita sikapi dengan fikiran jernih dan dingin. Jangan mudah terpengaruh dengan ajakan yang bisa menadikan stabilitas dan kondusifitas di Kota Kediri terganggu. Kota Kediri kita yang punya, Kota Kediri mari kita jaga bersama-sama,” tegas Munjidul Ibad.
Seruan ini menjadi penegasan bahwa Kota Kediri diharapkan tetap aman dan damai meski kondisi nasional tengah bergejolak. [nm/ian]






