Surabaya (beritajatim.com) – Masih teringat pada Pemilu 2019 silam banyak petugas TPS meninggal dunia akibat kelelahan. Terbaru, seorang anggota KPPS di Magetan juga meninggal pada momen Pemilu 2024 ini saat menyelesaikan undangan pemilih.
Melihat fenomena itu, Dosen Ilmu Kesehatan UM Surabaya Ira Purnamasari mengatakan jika KPPS memang berisiko mengalami kelelahan akibat proses pemilu yang menghabiskan waktu lama.
“Beban kerja yang berat ini menyebabkan anggota KPPS kurang istirahat. Apalagi, jika ditambah adanya penyakit degeneratif yang diderita seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes,” ujar Ira, Selasa (13/2/2024).
Menurutnya, fenomena ini menyebabkan ketakutan akan terulangnya kembali kejadian Pemilu 2019. Saat itu, jumlah petugas penyelenggara pemilu yang meninggal sebanyak 894 petugas dan 5.175 orang mengalami sakit.
Ira pun membagikan sejumlah tips sebagai bentuk pencegahan agar para anggota KPPS tidak tumbang.
Pertama, mengkonsumsi makanan bergizi. Petugas KPPS dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayur dan buah.
“Hindari makanan cepat saji, makanan tinggi lemak, makanan tinggi gula dan garam,” katanya.
Kedua, perbanyak konsumsi air putih. Petugas KPPS dianjurkan untuk tetap menghidrasi tubuh meskipun dalam kondisi sibuk, dengan mengkonsumsi air putih sebanyak 2 liter/hari setara dengan 8 gelas.
“Hindari minuman yang mengandung kafein berlebihan, minuman bersoda, minuman beralkohol, minuman berenergi, dan minuman yang mengandung tinggi gula,” jelas Ira.
Ketiga, tidur yang cukup. Petugas KPPS dianjurkan untuk tidur yang cukup menjelang pemungutan suara, minimal 6 sampai 8 jam/hari.
“Tidak memaksakan tubuh untuk tetap beraktivitas. Menyempatkan diri untuk beristirahat jika dirasa tubuh menunjukkan tanda mulai kelelahan,” ungkapnya.
Kempat, olahraga yang cukup. Petugas KPPS dianjurkan untuk tetap berolahraga menjelang hari pencoblosan. Menyempatkan waktu untuk peregangan dapat membuat tubuh lebih segar karena mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah.
“Karena anggota KPPS dituntut untuk tetap fokus dan berkonsentrasi, alangkah baiknya meluangkan waktu beberapa menit untuk peregangan sebelum melanjutkan aktivitas kembali,” katanya.
Terakhir, Ira berpesan agar seseorang memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika dirasa ada gangguan pada tubuh.
“Munculnya tanda-tanda kelelahan berlebih seperti nyeri kepala/pusing, nyeri otot, sulit berkonsentrasi, detak jantung tidak normal, sesak napas, nyeri dada, hingga penurunan kesadaran,” pungkasnya. [ipl/but]






