Bondowoso (beritajatim.com) – Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Bahkan, sebulan mencapai tiga kali yang membuat pipa saluran air bersih rusak.
Termutakhir, pipa air bersih rusak di Dusun Rejo Mulyo, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Minggu (20/10/2024).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo menyatakan, penyebab longsor itu gegara hujan intensitas tinggi.
“Tanah longsor tersebut berdampak pada konsumsi air bersih di 3 RT yakni RT 6 sampai 8,” kata Sigit kepada BeritaJatim.com, Senin (21/10/2024).
Penyebabnya, kata Sigit, longsoran tanah dan bebatuan menimpa perpipanisasi air bersih dan menyebabkan pipa rusak dan menghambat aliran air.
“Tinggi longsor sekitar 5 meter tapi dampaknya sampai merusak pipa air bersih. Kami bersama beberapa pihak sudah ke TKP untuk mengevakuasi material longsor,” bebernya.
Kepala Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Muhamad Faozi menyebut, titik longsor jauh dari wilayah permukiman warga.
“Titik itu tempat kumpulnya pipa air bersih untuk warga. Ada sekitar 50 pipa di sana,” kata Faozi dikonfirmasi terpisah via sambungan telepon, Senin (21/10/2024).
Tidak semua pipa di titik tersebut rusak. Hanya ada sebagian. Faozi mengakui hal itu berdampak pada ratusan kepala keluarga (KK).
“Sekitar 200 KK yang terdampak. Itu pas di dusun saya,” akunya.
Ia menambahkan, bencana tanah longsor yang menyebabkan kerusakan pipa ini kerap terjadi belakangan ini.
“Sebulan ini saja sudah tiga kali terjadi longsor di titik yang sama. Tanah dan batu yang longsor mengenai pipa. Akhirnya rusak,” paparnya.
Oleh sebab itu, pihaknya bersama masyarakat bahu membahu mengevakuasi material tanah longsor di titik tersebut.
“Kami juga mencegah terjadinya longsor susulan dengan menyingkirkan bebatuan besar. Supaya kalau ada longsor lagi, saluran pipa lebih aman,” jelas Faozi.
Sejauh ini, pihaknya menerapkan distribusi air bersih bergilir ke rumah-rumah warga. “Misalnya awalnya untuk 10 rumah itu los (penuh), sekarang untuk 5 KK bergantian,” urainya. [awi/beq]






