Tuban (beritajatim.com) – Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky berencana menambahkan rute untuk wilayah Kecamatan Jatirogo ke Stasiun Bojonegoro. Jumat (09/05/2025). Hal ini disampaikan, sebab masyarakat Tuban banyak mendukung program tersebut yang dirasa sangat membantu karena kesulitan akses transportasi dari Tuban ke Bojonegoro.
Selain itu, Kabupaten Tuban yang tidak memilik jalur Kereta Api Indonesia (KAI), mengharuskan masyarakat Tuban untuk ke Bojonegoro apabila keluar kota.
Sehingga, menurut Mas Lindra sapaan Bupati Tuban, menerima segala masukkan dari masyarakat, tentunya ada keluhan dari warga di Kecamatan Jatirogo yang ingin mendapat pelayanan Bus Simasganteng.
“Kemarin ada masyarakat Jatirogo yang mengeluhkan tidak bisa mengakses ke stasiun Bojonegoro,” ujar Mas Lindra.
Namun, keluhan tersebut telah ditinjau oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban selaku dinas terkait.
“Kemarin sama teman DLH sudah dikaji, tinggal mekanisme rutenya dan jamnya diatur,” terang Mas Lindra.
Ia menjelaskan, misalnya naik dari Kecamatan Jatirogo turun ke Bangilan nanti akan ada Bus yang jemput lagi. Sehingga, yang lain langsung ke Bojonegoro.
Sebagai informasi, Bus Simasganteng untuk sementara ini beroperasional dari Tuban ke Stasiun Bojonegoro ada perubahan titik penjemputan. Semula penumpang bisa langsung di Stasiun Bojonegoro. Namun, sekarang dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro.
Adapun jadwalnya dari Tuban ke Stasiun Bojonegoro pukul 05.00 Wib start di parkir bus Kebonsari hingga sampai di Stasiun Bojonegoro pukul 07.00 Wib. Lalu, dari Stasiun Rajekwesi Bojonegoro 07.30 Wib arah pulang ke Tuban sampai pukul 09.00 Wib.
Kemudian, jam operasional kedua yakni pengantaran dari Tuban ke Stasiun Bojonegoro pukul 16.00 – 18.00 Wib dan dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro balik ke Tuban pukul 19.00 – 20.30 WIB.
Sebelumnya b\Bus Simasganteng Tuban sempat diprotes becak dan ojek online (ojol) di Bojonegoro.
[ayu/aje]






