Surabaya (beritajatim.com)- Banyak orang bilang tertawa adalah cara paling gampang buat nunjukin rasa bahagia. Saat kita tertawa, rasanya beban jadi lebih enteng, hati plong, bahkan dunia seakan ikut ceria bareng kita. Hasil dari berbagai jenis penelitian menemukan bahwa tertawa memiliki banyak efek bagi kesehatan, baik efek positif maupun negatif pada kesejahteraan fisik dan mental.
Selain itu, tertawa juga nggak perlu uang banyak atau momen besar, kadang hal kecil aja bisa bikin kita ketawa lepas. Misalnya saling lempar lelucon sama teman, keluarga, atau bahkan orang asing.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tertawa bukan sekadar ekspresi rasa senang, melainkan juga bahasa universal yang mampu dipahami siapa saja. Tanpa perlu kata-kata, tawa bisa menyatukan orang dari latar belakang berbeda, mencairkan suasana, bahkan mendekatkan hati yang sebelumnya terasa jauh.
Inilah mengapa tawa sering disebut sebagai cara paling alami untuk membangun kehangatan dan kebersamaan. Sayangnya, di tengah kesibukan sehari-hari, seringkali kita lupa kalau tawa itu sebenarnya obat murah yang bisa bikin hidup lebih sehat dan bahagia.
Tertawa meningkatkan emosi positif
Sebuah penelitian menemukan bahwa terapi tertawa yang dikombinasikan dengan aktivitas fisik intens mampu menurunkan gejala depresi sekaligus membuat tidur jadi lebih nyenyak. Bukan cuma badan yang terasa lebih segar, tapi juga pikiran ikut ringan. Selain itu, efek terapeutik Terapi Tertawa terhadap kesehatan mental nyatanya dapat meningkatkan emosi positif.
Hal ini karena saat tertawa tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin, yaitu zat alami yang membuat perasaan menjadi lebih bahagia dan rileks. Tidak hanya itu, tertawa juga membantu menurunkan kadar hormon stres, sehingga ketegangan berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman.
Efek positif bagi lansia dan orang tua
Beberapa penelitian lain menegaskan manfaat tawa pada orang dewasa yang sehat. Suasana hati jadi lebih stabil, stres berkurang, dan rasa cemas perlahan menghilang. Pada orang lanjut usia di fasilitas perawatan, terapi tawa terbukti meningkatkan mood sekaligus kepuasan hidup.
Tertawa sebagai obat medis khusus
Tidak hanya untuk orang sehat, tawa juga membantu pasien dengan kondisi medis tertentu. Pada pasien skizofrenia, terapi tawa menurunkan rasa permusuhan dan kecemasan, sekaligus meningkatkan kompetensi sosial. Tertawa terbukti dapat memperbaiki suasana hati, meningkatkan harga diri, dan menurunkan gejala depresi maupun stres. Dengan tertawa, suasana hati pasien juga turut membaik sehingga pasien dapat kembali menemukan motivasi untuk sembuh.
Pada intinya, tertawa bukan sekadar ekspresi bahagia, tapi juga terapi alami yang menyehatkan tubuh dan pikiran. Dari mengurangi stres hingga mempererat hubungan sosial, tertawa jadi obat murah yang sering terlupakan. Jadi, jangan ragu untuk tertawa setiap hari, karena dari situlah energi positif bermula.
[Erlina Damayanti]






