Surabaya (beritajatim.com) – Tersangka pembunuhan di Tambak Sukolilo yang menewaskan Hudoyo (44) menjalani rekonstruksi, Kamis (4/4/2024). Dari rekonstruksi itu, diketahui tersangka sudah menyembunyikan senjata penghabisan 5 hari sebelum eksekusi.
Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Ipda Aan Dwi Satrio Yudho menjelaskan, tersangka Seli Hadianto menjalani 12 adegan dalam rekonstruksi. Salah satu adegan yaitu ketika tersangka menyabetkan celurit kepada korban dan mengenai dada kiri. Termasuk ketika pelaku sempat berkomunikasi dan bertemu dengan 5 saksi yang juga penjaga tambak.
“Rekonstruksi ini sangat diperlukan untuk mencocokan pengakuan tersangka dan keterangan dari para saksi, serta temuan bukti bukti yang ada dapat di lokasi kejadian,” kata Aan Dwi Satrio Yudho ketika dikonfirmasi beritajatim.com, Senin (8/4/2024).
Dari rekonstruksi itu, tersangka Seli Hadianto telah menyembunyikan senjata tajam (sajam) di semak-semak tambak 5 hari sebelum hari eksekusi. Semenjak sajam itu disembunyikan, tersangka selalu mengawasi gerak-gerik korban.
“Pada hari Senin (18/3/2024) itu tersangka melihat korban dan merasa ada kesempatan sehingga langsung mengambil sajam yang sudah disembunyikan. Di perjalanan untuk mengeksekusi korban, pelaku bertemu dengan 2 temannya,” imbuh Aan.
Tersangka sempat sembunyi di gubuk tempat peristirahatan bagi para penjaga tambak agar tidak dicurigai. Ketika melihat korban melintas ke arah selatan, Seli Hadi langsung lari mengambil jalan memutar untuk mencegat korban.
Merasa sudah aman, tersangka langsung menebaskan celuritnya ke arah leher. “Korban sempat mengelak, makanya yang kena dada sebelah kiri. Dalam posisi masih hidup, korban kabur dan dikejar tersangka,” tutur Aan.
Aksi kejar-kejaran berlangsung hingga ratusan meter. Merasa korbannya belum tewas, tersangka ketakutan dan langsung menyembunyikan celuritnya di semak-semak. Seli Hadi pun meninggalkan lokasi dan kabur ke Jember. [ang/suf]






