Ringkasan Berita:
- Bus Shalawat beroperasi setiap 10 menit melayani jemaah haji asal Jarwal dan Aziziyah selama 24 jam.
- Akses terdekat menuju Masjidil Haram dari Terminal Jabal Ka’bah melalui pintu Menara Anjung atau WC 6.
- Petugas PPIH Arab Saudi bersiaga dalam tiga sif untuk memastikan kelancaran mobilitas 23.245 jemaah di Makkah.
- Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani lima wilayah utama guna memitigasi cuaca ekstrem 43 derajat.
Makkah (beritajatim.com) – Bus Shalawat kini melayani rute Terminal Jabal Kabah secara non-stop setiap 10 menit guna memastikan jemaah haji asal wilayah Jarwal dan Aziziyah dapat beribadah di Masjidil Haram dengan nyaman.
Fasilitas transportasi gratis ini disiagakan selama 24 jam penuh untuk mendukung pergerakan jemaah yang kian padat memasuki hari ke-13 operasional Haji 2026.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, hingga Minggu (3/5/2026), total 23.245 jemaah telah memadati Kota Makkah.
Keberadaan Terminal Jabal Ka’bah menjadi sangat krusial, terutama bagi ribuan jemaah asal Jawa Timur yang banyak menempati pemondokan di wilayah Aziziyah, seperti kompleks Al Hidayah Tower.
Kepala Pos (Kapos) Terminal Jabal Ka’bah, Taufiq Hidayat, mengonfirmasi bahwa rotasi armada telah diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan.
“Untuk rotasi bisnya itu berjalan setiap 10 menit,” kata Taufiq saat ditemui di Terminal Jabal Ka’bah. Ia menambahkan bahwa bus selalu tersedia di terminal (standby), sehingga jemaah yang selesai beribadah dapat langsung kembali ke hotel tanpa menunggu lama.
Akses Terdekat dan Panduan Jalur Jemaah
Meskipun jarak dari Terminal Jabal Ka’bah menuju area Masjidil Haram tergolong dekat, yakni sekitar 300 hingga 400 meter, jemaah harus menghadapi kontur jalan yang menanjak. Menariknya, tantangan fisik ini tidak menjadi kendala berarti bagi para tamu Allah.
“Tapi alhamdulillah dari para jemaah, tidak ada yang mengeluhkan untuk jalurnya yang menanjat,” ungkap Taufiq.
Untuk memudahkan mobilitas, petugas memberikan panduan teknis mengenai pintu masuk dan keluar Masjidil Haram yang paling efisien. Jemaah yang datang dari Terminal Jabal Ka’bah disarankan menggunakan akses melalui Menara Anjung atau area WC 6.
Taufiq juga memberikan tips arah bagi jemaah agar tidak tersasar saat kembali ke terminal. “Kalau yang arah Aziziyah, [hotel] Al-Hidayah, itu adalah ke kanan terminalnya. Arahnya. Kemudian untuk yang Jarwal, untuk jemaah, arahnyalah ke kiri,” jelasnya.
Kesiagaan Petugas di Tengah Cuaca Ekstrem
Pengelolaan terminal dilakukan dengan standar editorial dan operasional yang tinggi, di mana petugas dibagi ke dalam tiga sif kerja guna menjamin layanan prima sepanjang hari. Pembagian waktu kerja dimulai dari pukul 07.00–16.00 WAS, dilanjutkan pukul 16.00–23.00 WAS, dan sif malam hingga pagi kembali.
Layanan Bus Shalawat secara keseluruhan mengandalkan 452 armada yang melayani 21 rute di lima wilayah, yakni Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syishah, dan Aziziyah. Keberadaan transportasi ini menjadi vital mengingat suhu udara di Makkah saat ini mencapai puncaknya di angka 43 derajat Celsius.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus mengimbau jemaah untuk disiplin membawa kartu rute dan menggunakan Bus Shalawat demi keamanan, terutama bagi jemaah lansia yang rentan terhadap sengatan panas.
Sinergi antara ketepatan waktu bus dan kesiagaan petugas di Terminal Jabal Ka’bah diharapkan dapat menjaga stamina jemaah tetap prima menjelang fase puncak haji di Armuzna. [ian/MCH/suf]






