Mojokerto (Beritajatim.com) – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sudah diperkenankan untuk wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 dan sekolah bisa dijalankan dengan aturan dan protokol kesehatan yang ketat. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA Negeri) 1 Sooko juga terus mempersiapkan hal ini.
Kepala SMA Negeri 1 Sooko, Sutoyo menjelaskan, untuk kesiapan PTM, SMA Negeri 1 Sooko masih menunggu peraturan pemerintah yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud dan Ristek, Gubernur Jawa Timur serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PTM”]
“Apakah harus tatap muka terbatas atau seperti apa, kita ikuti. Yang kedua, kita punya tim di sekolah dengan melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari Kepala Sekolah, Komite Sekolah sampai dengan pesuruh. Semua menjadi tim, siswa masuk di cek suruh badan, ada yang mengantar masuk dan cuci tangan dan hand sanitizer,” ujarnya, Selasa (24/8/2021).
Sehingga siswa datang dalam kondisi sudah siap untuk PTM, sementara untuk kebersihan akan ditanggani pegawai. Satu kelas diisi separuh atau sekitar 15 sampai 16 siswa dan dibagi dua sesi. Jika pemerintah memberikan aturan 25 persen siswa boleh masuk maka, SMA Negeri 1 Sooko hanya menerapkan 16 persen.
“SMA Negeri 1 Sooko ini besar, masyarakat kita hitrogren sehingga kita mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Yang diutamakan adalan siswa kelas 12 karena mereka sebentar lagi harus melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Bulan 12 Terima raport semester ganjil, semester genap bulan Januari-Februari ulangan ditambah ujian-ujian,” jelasnya.
Sementara orang tua wali murid, lanjut Sutoyo, juga sudah dikonfirmasi terus terkait protokol kesehatan sehingga siswa tidak masuk karena sakit maka bisa ikut daring. Sutoyo menambahkan, sebanyak 1.200 siswa SMA Negeri 1 Sooko harus diberikan pelayanan terbaik namun kondisi pandemi Covid-19 maka keselamatan yang didahulukan. [tin/kun]







