Surabaya (beritajatim.com) – Bisa naik balon udara bagi sebagian besar orang adalah impian. Tetapi, impian itu berubah jadi bencana bagi seorang pria asal China.
Media pemerintah China menghabarkan seorang pria ditemukan selamat setelah terjebak dua hari di atas balon hidrogen yang sedang terbang. Pria yang dikenali dengan marga Hu itu melakukan perjalanan secara tak sengaja sejauh 200 mil.
Insiden itu terjadi lantaran balon udara tersebut terlepas dan terbang saat Hu menggunakannya untuk memanen kacang pinus dari pohon. Hu dan seorang rekannya sedang mengumpulkan kacang pinus pada Minggu di sebuah taman hutan di provinsi Heilongjiang di timur laut China.
Mereka tiba-tiba kehilangan kendali dan balon udara itu lepas landas. Beruntung, teman Hu melompat ke tanah kemudian lapor polisi dan pencarian langsung digelar.
Dilansir dari apnews.com, pihak berwenang mengatakan tim penyelamat dapat menghubungi pria itu melalui ponsel keesokan paginya. Lewat ponsel, petugas menginstruksikan Hu untuk perlahan-lahan mengempiskan balon agar bisa mendarat dengan aman.
Butuh satu hari lagi sebelum dia mencapai tanah sekitar 320 kilometer (200 mil) ke timur laut di wilayah Fangzheng, dekat perbatasan dengan Rusia.
Bukankah kisah Hu seperti K-drama yang begitu terkenal beberapa tahun lalu, yakni Crash Landing on You. Meski Hu tidak jatuh kedalam pelukan seseorang yang kemudian akan menjadi kekasihnya, tapi setidaknya Hu jatuh dalam keadaan sehat, terlepas dari rasa sakit di punggung bawahnya, mungkin karena berdiri sepanjang waktu dia di udara.
Seorang pejabat yang hanya memberikan nama keluarganya, Fu, di departemen publisitas Hailin Forestry Administration Co. pada hari Kamis mengkonfirmasi insiden balon dan menggambarkan Hu berusia 40-an. Dia mengatakan Hu sedang dalam pemulihan di rumah sakit tetapi menolak memberikan rincian lebih lanjut.
“Hu, tidak dalam kegawatan apapun, pihak migrasi akan membantunya pulang dengan selamat,” ujarnya.
Kacang pinus ditemukan di dalam kerucut pinus dan merupakan bahan yang sering digunakan dalam hidangan yang disajikan di timur laut, yang sebelumnya dikenal sebagai Manchuria, juga menjadi satu-satunya penyelaman energi Hu selama terbang di angkasa. [adg/beq]







