Ponorogo (beritajatim.com) – Ledakan mercon dari balon udara yang jatuh di Ponorogo mengakibatkan beberapa rumah warga rusak. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam tragedi ledakan mercon balon udara tersebut.
Masri (51) salah satu korban yang rumahnya rusak mengaku di dalam rumah tidak ada orang saat ledakan terjadi. Dia saat ini sedang menjemur pakaian pekarangan rumahnya. Sementara suaminya sudah pergi ke sawah.
“Saat ledakan tidak ada orang di dalam rumah. Saya kebetulan sedang menjemur pakaian,” ungkap Masri, Jumat (6/8/2021).
Masri mengaku tidak tahu kalau ada balon udara yang jatuh di depan rumahnya. Tiba-tiba hanya terdengar ledakan yang keras sekali. Ledakan yang hanya sekali itu, sontak mengagetkannya. Setelah itu barulah diketahui bahwa rumahnya rusak. Mulai dari pintu yang roboh, kaca-kaca jendela pecah dan ada atap asbes yang hancur.
“Setelah asap pasca ledakan itu hilang,saya kaget kalau rumah saya rusak,” katanya.
Selain rumahnya, Masri menyebut jika rumah tetangga yang dekat dengan rumahnya juga ada yang rusak. Entah itu jendela kaca atau genting di atap yang pecah. Bahkan kerusakan juga terjadi di jendela sekolah, di SMPN 2 Kauman. Padahal lokasi ledakan dengan sekolah, berjarak sekitar 300 meter.
“Jendela kaca di SMPN 2 Kauman juga ikut pecah akibat ledakan itu,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, pada pukul 05.45 WIB padi tadi, warga Dusun Demalang Desa Somoroto Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo dikagetkan dengan bunyi ledakan keras. Ledakan keras itu diduga dari petasan dari balon udara yang jatuh.
“Tadi memang ada ledakan dari petasan balon udara yang jatuh di depan rumah warga,” kata Kapolsek Somoroto AKBP Nyoto.
[berita-terkait number=”4″ tag=”balon-udara”]
Usai ledakan terjadi, kata Nyoto tidak ada warga yang berani mendekat, sebab warga takut jika ada ledakan lagi. Baru setelah petugas dari Polsek Somoroto datang, warga mulai berani melihat sisa-sisa ledakan.
Akibat ledakan tersebut, ada beberapa rumah warga yang rusak. Jendela kaca hancur dan ada pintu di salah satu rumah warga yang hancur. Selain sejumlah warga, kerasnya ledakan juga membuat beberapa jendela kaca di SMPN 2 Kauman yang jaraknya 300 meter dari ledakan juga ikut pecah.
“Untuk korban jiwa tidak ada, hanya kerusakan rumah dan di SMPN 2 Kauman,” kata Nyoto. [end/but]






