Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima kunjungan Kedutaan Besar Jerman. Di situ, keduanya membahas program intertnship dan native lecturer.
Kepada Dubes Jerman, Dekan FBS Unesa Syafi’ul Anam menjelaskan sekaligus memperkenalkan Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jerman dan S1 Sastra Jerman. Mulai dari kurikulum pendidikan, jumlah, kegiatan hingga organisasi mahasiswa.
Menurutnya, banyak mahasiswa yang berminat untuk mempelajari budaya dan bahasa Jerman. Sehingga, membutuhkan banyak kesempatan internship ke Jerman demi pemerataan SDM bidang industri.
“Peluang internship di Jerman sebenarnya cukup banyak, dan hanya perlu diperluas kesempatan saja mengingat kebutuhan mobilitas dan minat mahasiswa di prodi Jerman yang juga banyak,” ujar Syafi’ul Anam, Jumat (20/9/2024).
Tak hanya itu, menurutnya penambahan dosen penutur asli asal Jerman atau native lecturer juga diperlukan untuk penguatan bidang akademik dan non-akademik pada kedua prodi tersebut.
Sedangkan Dubes Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel mengapresiasi terkait sistem dan alur akademik yang dijalankan Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jerman dan S1 Sastra Jerman di FBS Unesa.
“Proses pendidikan bahasa Jerman merupakan upaya mempromosikan budaya Jerman di Indonesia, khususnya di Unesa,” ujarnya.
Ina Lepel menyampaikan komitmennya dalam memberikan dukungan untuk beberapa program yang akan dikerjasamakan ke depan, terutama untuk memfasilitasi kegiatan mahasiswa Bahasa Jerman di Unesa melalui DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) dan lembaga-lembaga lainnya.
Ina Lepel ingin membuka lebar peluang kerja sama dengan kedua prodi tersebut terkait kebutuhan penambahan native lecturer Jerman di Unesa. [ipl/ted]






