Surabaya (beritajatim.com) – Koridor menuju Malang Raya masih menjadi destinasi favorit selama masa libur panjang. PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) mencatat sebanyak 1.012.123 kendaraan telah melintasi Ruas Jalan Tol Pandaan-Malang selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 17,28% jika dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang berada di kisaran 863.014 kendaraan. Lonjakan ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat yang memanfaatkan akses tol untuk berwisata maupun pulang kampung di wilayah Malang dan sekitarnya.
Berdasarkan data operasional, Gerbang Tol (GT) Singosari masih menjadi pintu masuk utama yang paling sibuk. Tercatat sebanyak 250.904 kendaraan memasuki Malang melalui gerbang ini, melonjak 23,54% dari kondisi normal. Tren serupa terjadi pada arus keluar (meninggalkan Malang) via GT Singosari yang mencapai 236.258 kendaraan.
Selain Singosari, kenaikan signifikan juga terlihat di GT Malang dengan pertumbuhan arus masuk sebesar 19,29% dan GT Purwodadi yang naik 17,56%.
Menanggapi tingginya volume kendaraan, General Manager Operasi PT JPM, Muhammad Reza Pahlevi Guntur, memastikan bahwa pihaknya tetap mengedepankan kualitas pelayanan bagi pengguna jalan.
“JPM selalu siaga untuk memastikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan yang melewati jalan tol Pandaan-Malang. Komitmen kami mencakup optimalisasi layanan transaksi, layanan lalu lintas, preservasi jalan, hingga kenyamanan di rest area,” tegas Reza dalam keterangan resminya, Jumat (2/1/2026).
Meski puncak arus liburan mulai terlewati, PT Jasamarga Pandaan Malang tetap memberikan imbauan tegas kepada para pengguna jalan demi keselamatan bersama. Pengendara diminta untuk:
* Memastikan kondisi fisik kendaraan dalam keadaan prima sebelum memacu di jalan tol.
* Memeriksa kecukupan saldo kartu uang elektronik guna menghindari antrean panjang di gerbang tol.
* Istirahat di tempat yang tersedia jika merasa lelah dan tidak memaksakan diri berkendara.[rea]






