Surabaya (beritajatim.com) – Kawasan sekitar Hotel JW Marriot, Jalan Embong Malang, Surabaya, menjadi lokasi ketegangan antara dua kelompok yang terlibat dalam tawuran, Minggu pagi (24/8/2025).
Ratusan petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya diterjunkan untuk mengendalikan situasi tersebut. Para petugas datang dengan lima truk dalmas dan puluhan sepeda motor trail untuk memastikan keamanan di lokasi yang dilanda kerusuhan.
Pantauan beritajatim.com di lokasi menunjukkan, suasana semakin tegang dengan hadirnya Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, yang tampak serius berdialog dengan kedua kelompok tersebut. Usaha dialog ini bertujuan untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi damai bagi kedua belah pihak yang terlibat.
Menurut informasi yang dihimpun, tawuran ini sudah berlangsung sejak pukul 1.30 WIB dan menyebabkan Jalan Embong Malang terhambat. Belum ada penjelasan pasti mengenai penyebab tawuran tersebut, namun diduga aksi ini dipicu oleh ketegangan setelah salah satu kelompok merasa tidak terima ditegur oleh kelompok lainnya.
Supri, salah satu saksi yang berada di lokasi, mengungkapkan bahwa tawuran tersebut bermula ketika sekelompok orang yang sedang minum alkohol di sekitar JW Marriot ditegur oleh kelompok lain. “Tadi sempat minum alkohol di dekat JW Marriot. Terus datang kelompok lain seperti menegur. Kelompok yang ditegur mungkin ga terima lalu rame itu,” ujar Supri.
Tawuran ini berlangsung cukup lama, dengan massa yang terlibat saling melempar batu dan membawa senjata tajam. Wibowo, seorang warga yang tinggal di Jalan Embong Malang, menyebutkan bahwa warga yang tadinya berkumpul di trotoar langsung melarikan diri.
“Warga yang tadi nongkrong-nongkrong di sepanjang trotoar sekitar langsung kabur. Terus tenant seperti minimarket dan jual makanan itu tutup semua. Tadi banyak orangnya (yang tawuran). Mungkin puluhan lah,” katanya.
Hingga saat berita ini ditulis, Kapolrestabes Surabaya masih berusaha menyelesaikan permasalahan ini melalui dialog dengan kedua kelompok yang terlibat.
Sementara itu, petugas dari satuan Dalmas tetap bersiaga dengan perlengkapan lengkap dan tameng untuk mengantisipasi potensi eskalasi lebih lanjut. Kejadian ini juga mengakibatkan penutupan Jalan Embong Malang untuk sementara waktu.
Kapolsek Tegalsari Kompol Riski Santosa yang coba dikonfirmasi terkait insiden ini belum memberikan tanggapan apapun. [ang/suf]






