Mojokerto (beritajatim.com) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bergerak cepat menyikapi kerusakan tanggul sungai Subentoro di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri. Kerusakan sepanjang 50 meter dengan kedalaman mencapai 5 meter itu langsung mendapat perhatian serius dari Bupati Mojokerto.
Bupati Muhammad Al Barra yang meninjau langsung lokasi dan menyerahkan bantuan material. Bantuan yang disalurkan berupa 200 meter persegi batu kali, 200 lembar kawat bronjong, serta tanah uruk. Material ini akan digunakan untuk membangun ulang plengsengan (tanggul) yang ambrol.
“Kami meninjau langsung lokasi dan menyerahkan bantuan berupa bronjong, batu kali, serta tanah uruk. Tanggul ini penting karena sungai Subentoro menjadi sumber kehidupan warga dan berdekatan dengan permukiman,” ungkap Bupati yang akrab disapa Gus Barra, Jumat (1/8/2025).
Ia menegaskan, jika tidak segera diperbaiki, kerusakan tanggul akibat tergerus derasnya arus sungai, terutama saat debit air meningkat tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga, terutama memasuki musim penghujan. Pemerintah Daerah pun mendorong percepatan perbaikan agar risiko banjir dan longsor dapat dihindari.
“Sungainya memang terlihat jernih, namun jika plengsengannya dibiarkan rusak, dampaknya bisa fatal. Kami minta segera ajukan bantuan lanjutan ke dinas terkait agar pembangunan fisiknya bisa dimulai. Ini kawasan strategis, selain jalur alternatif, juga padat penduduk. Karena itu, plengsengan sungai juga menjadi prioritas pembangunan,” tambahnya.
Penyerahan bantuan diterima langsung oleh Kepala Desa Banjaragung, Mujib, disaksikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’i Afrida, serta jajaran Forkopimca Puri. Pemerintah Desa menyatakan siap bergerak cepat untuk memulai pembangunan tanggul pengaman tersebut.
Sebagai informasi, Desa Banjaragung sebelumnya juga telah menerima peningkatan infrastruktur dari Pemkab Mojokerto berupa pengecoran jalan sepanjang 850 meter dengan lebar 5,5 meter. Jalan tersebut kini menjadi akses alternatif penting bagi warga dan kendaraan logistik. [tin/ian]






