Ponorogo (beritajatim.com) – Akses utama penghubung Ponorogo menuju Trenggalek lumpuh total akibat tanah longsor di Kilometer 16, wilayah Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek pada Selasa (3/3/2026) sore.
Informasi awal diterima jajaran Polres Ponorogo dari Polres Trenggalek terkait material longsor yang menutup badan jalan dari dua arah. Penutupan arus diberlakukan untuk kendaraan dari arah Ponorogo ke Trenggalek maupun sebaliknya demi keselamatan pengguna jalan.
“Tadi kami mendapat informasi dari Polres Trenggalek bahwa di KM 16 tengah terjadi tanah longsor yang mengakibatkan penutupan arus total baik dari arah Ponorogo Trenggalek maupun dari Trenggalek ke Ponorogo,” kata Kabag Ops Polres Ponorogo Kompol Edi Suyono.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat dengan memasang tanda peringatan di sejumlah titik strategis. Petugas disiagakan di Pos Dengok, Pos Jetis hingga Pos Sawoo untuk menghadang kendaraan yang hendak melintas ke arah lokasi longsor. Selain itu, pengendara juga diberikan imbauan agar tidak memaksakan perjalanan dan diminta mencari jalur alternatif yang dinilai lebih aman.
“Langkah yang kami lakukan yang pertama pos dengok, sampai dengan pos sawoo memasang tanda peringatan dan imbauan kepada pengendara jalan, bahwa jalan menuju Trenggalek ditutup total. Selain itu juga menempatkan anggota di pos dengok, pos jetis dan pos sawoo menyampaikan imbauan kepada pengendara yang akan mengarah ke Trenggalek untuk tidak melanjutkan perjalanan dan mengarahkan untuk mencari jalan alternatif yang lebih aman untuk menuju Trenggalek,” katanya.
Sejumlah jalur alternatif disiapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan, meski kondisi cuaca masih diguyur hujan deras. Opsi yang dapat dilalui pengendara di antaranya melalui Tumpak Pelem, Sawoo, dan Sooko. Namun demikian, aparat tetap mengingatkan agar pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan karena potensi longsor susulan masih mungkin terjadi di titik rawan lainnya.
“Ada beberapa alternatif, namun saat ini juga cuaca hujan deras, bisa melalui tumpak pelem, Sawoo dan Sooko,” ungkap Kompol Edi.
Penutupan arus dilakukan sejak pukul 17.30 WIB, tidak lama setelah informasi diterima dari Trenggalek. Kepolisian memilih langkah cepat dengan menghentikan arus sebelum kendaraan terlanjur menumpuk di sekitar lokasi terdampak. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk antisipasi risiko yang lebih besar, mengingat intensitas hujan belum menunjukkan tanda mereda.
“Tadi kita mulai pukul 17.30 WIB sudah kita tutup, sesaat setelah mendapatkan informasi dari Trenggalek,” katanya.
Sementara itu, proses evakuasi material longsor belum dapat dilakukan secara maksimal. Berdasarkan informasi dari pihak Trenggalek, alat berat dan pekerja belum berani mendekat ke titik longsor karena hujan masih turun. Kondisi tanah yang labil dikhawatirkan memicu longsor susulan dan membahayakan petugas di lapangan.
“Informasi dari Trenggalek, alat berat dan pekerja belum berani mendekat ke lokasi mengingat hujan masih turun antisipasi ada longsor susulan,” pungkasnya. (end/ian)






