Situbondo, (beritajatim.com) – Sebuah pohon jenis Palembang dengan diameter sekitar 50 sentimeter tumbang di Jalan Burnik City, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo pada Rabu (6/5/2026) pagi. Insiden ini sempat melumpuhkan akses jalan warga setempat lantaran batang pohon melintang tepat di tengah jalan.
Penyebab utama tumbangnya pohon tersebut ditengarai akibat kondisi tanah di pinggir pematang sawah yang gembur, sehingga tidak mampu menahan beban pohon yang cukup besar.
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa laporan masuk dari warga melalui layanan pesan singkat sekitar pukul 09.30 WIB. Menanggapi laporan tersebut, tim reaksi cepat langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Akibat tanah gembur di pinggir pematang sawah, pohon Palembang tersebut tumbang dan menutup total akses jalan di Jalan Burnik City. Anggota Pusdalops dan TRC BPBD segera menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga via WhatsApp,” ujar Puriyono, Rabu siang.
Proses evakuasi dilakukan secara terpadu melibatkan berbagai unsur. Anggota Pusdalops dan TRC BPBD bekerja sama dengan personel Tagana Dinsos Kabupaten Situbondo, dibantu aparat Polsek dan Koramil Situbondo Kota, serta partisipasi aktif dari warga sekitar.
Tim gabungan menggunakan gergaji mesin (chainsaw) untuk memotong batang pohon menjadi bagian kecil agar lebih mudah dipindahkan dari badan jalan.
“Kerja sama di lapangan sangat baik. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materil juga dinyatakan nihil karena pohon tumbang langsung ke arah jalan dan tidak mengenai bangunan,” tambah Puriyono.
Sekitar pukul 10.30 WIB, atau satu jam setelah kejadian, penanganan pemotongan dan pembersihan material pohon berhasil diselesaikan. Saat ini, jalur di lingkungan Dawuhan Parse tersebut sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Secara visual, cuaca di lokasi kejadian terpantau cerah berawan. BPBD Kabupaten Situbondo tetap mengimbau masyarakat untuk melapor jika melihat pohon di pinggir jalan yang kondisinya miring atau membahayakan, guna mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari. (awi/aje)

as a preferred source on Google




