Jakarta (beritajatim.com) — PT PLN (Persero) menyampaikan satu pembangkit listrik besar yang mengalami gangguan teknis telah berhasil dipulihkan. Pembangkit tersebut kembali memperkuat sistem kelistrikan, sehingga pemadaman bergilir di Pulau Jawa dapat diminimalkan.
“Hari Jumat (19 Juni 2026) kami menyampaikan ada dua pembangkit besar milik mitra kami yang mengalami kendala teknis dan terpaksa keluar dari sistem. Kami minggu lalu langsung menurunkan tim PLN bersama dengan mitra kami untuk melakukan perbaikan. Ada kabar yang baik, tadi malam satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk sistem di Pulau Jawa,” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam keterangannya.
Menurutnya, pasokan energi primer yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pembangkit, baik milik PLN maupun dari Independent Power Producer (IPP), mulai mengalir dan memperkuat ketahanan sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Dengan bertambahnya pasokan energi primer dan pulihnya pembangkit besar, pemadaman bergilir pun dapat diminimalkan.
“Mulai kemarin hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir,” ujar Darmawan.
Sebagai bagian dari evaluasi atas kondisi tersebut, Darmawan menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan tata kelola rantai pasok energi primer serta penguatan pada pembangkit milik PLN maupun mitra.
Upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh untuk menjaga dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa.
“Kami melakukan upaya all out 24 jam, 7 hari seminggu, baik dalam melakukan monitoring maupun memetakan seluruh langkah yang diperlukan agar keandalan sistem listrik di Jawa ini dapat terus terjaga dan bahkan ditingkatkan,” ujarnya.
Darmawan kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta meminta doa dan dukungan agar seluruh upaya pemulihan dapat berjalan lancar.
“Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat karena minggu lalu terjadi gangguan yang menyebabkan pemadaman bergilir,” katanya. (hen/aje)






