Ringkasan Berita:
- Aksi pencurian tas milik pengantar ayam potong di Desa Mranggen, Maospati, Magetan terekam CCTV.
- Pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX dan mengambil tas dari dalam mobil korban.
- Korban kehilangan handphone, uang tunai Rp400 ribu, dompet, serta dokumen penting.
- Polisi masih memburu pelaku dengan mengumpulkan rekaman CCTV dan keterangan saksi.
Magetan (beritajatim.com) – Aksi pencurian tas milik seorang karyawan pengantar ayam potong di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terekam kamera CCTV warga. Peristiwa yang terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Maospati, itu menyebabkan korban kehilangan handphone, uang tunai, dompet, serta sejumlah dokumen penting. Hingga kini, polisi masih memburu pelaku yang berhasil melarikan diri meski sempat dikejar oleh rekan korban.
Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 17.37 WIB di depan rumah pelanggan ayam potong di Desa Mranggen. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX.
Pelaku kemudian memarkir kendaraannya di dekat mobil pikap milik pengantar ayam potong yang saat itu sedang berhenti untuk mengantarkan pesanan. Setelah memastikan situasi sekitar relatif sepi, pelaku berjalan menuju kendaraan korban dan mengambil sebuah tas yang berada di dalam kabin mobil melalui pintu samping kiri dengan kaca yang terbuka.
Saat aksi berlangsung, pemilik tas bernama Lagiono (50), warga Desa Karas, Kecamatan Karas, sedang mengantarkan pesanan ayam ke rumah pelanggan. Sementara rekannya meninggalkan kendaraan untuk membeli bolpoin di toko yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Aksi pelaku sempat diketahui oleh rekan korban. Ia langsung berteriak meminta bantuan sambil mengejar pelaku yang membawa kabur tas tersebut. Namun, pelaku berhasil meloloskan diri menggunakan sepeda motor yang telah disiapkan sebelumnya.
Akibat kejadian itu, korban kehilangan satu unit handphone, dompet berisi uang tunai Rp400 ribu, serta sejumlah surat dan dokumen penting yang berada di dalam tas.
Korban bersama rekannya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Maospati pada malam yang sama. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Lagiono mengaku tidak menyangka tas miliknya menjadi sasaran pencurian saat dirinya sedang mengantarkan pesanan kepada pelanggan.
“Saya kan mengantar ayam ke dalam rumah sementara rekannya membeli bolpoin aksi pencuri sempat diketahui oleh rekannya dan langsung mengejar sambil berteriak maling tas isinya dompet uang surat surat dan hp,” ujar Lagiono.
Kapolsek Maospati, AKP Vista Dwi Pujiningsih, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi.
“Benar telah terjadi pencurian tas milik pengantar ayam potong dari dalam mobil pelaku seorang diri mengendarai motor korban sudah melapor dan kini dalam penanganan kami,” kata AKP Vista Dwi Pujiningsih.
Menurut polisi, kasus pencurian yang memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan masih kerap terjadi, terutama ketika kendaraan diparkir di pinggir jalan dalam kondisi tidak terkunci sempurna atau kaca terbuka. Pelaku biasanya mengincar barang berharga yang terlihat dari luar kendaraan dan memanfaatkan waktu singkat ketika pemilik meninggalkan mobil.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pekerja distribusi dan pengiriman barang, agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan tanpa pengamanan yang memadai. Selain kerugian materiil, hilangnya dokumen penting juga dapat menimbulkan kesulitan administrasi bagi korban.
Saat ini jajaran Polsek Maospati masih mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian guna melacak jalur pelarian pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengunci pintu kendaraan dan tidak meninggalkan barang berharga di tempat yang mudah terlihat guna mencegah tindak kejahatan serupa terulang kembali. [fiq/beq]






