Gresik (beritajatim.com}- Suasana haru dan bahagia mewarnai kegiatan khitan massal gratis yang digelar di GOR Tridarma Petrokimia Gresik. Sebanyak 100 anak dari berbagai desa mengikuti program sosial tersebut dengan didampingi orang tua masing-masing.
Meski sempat terlihat tegang saat menunggu giliran, para peserta akhirnya tampak tersenyum setelah proses khitan selesai. Beberapa anak bahkan mendapat hadiah berupa perlengkapan sekolah, uang saku, dan mainan dari panitia.
Dirut Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai tanggungjawab sosial perusahaan bagi masyarakat sekitar.
“Laporan dari panitia ada 100 anak mulai umur 13 bulan hingga 13 tahun yang berada di sekitar perusahaan. Baik itu di area suplai air Gunungsari Surabaya maupun Babat Lamongan mengikuti khitan gratis,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Khitan gratis tersebut juga menggandeng Rumah Sakit Grha Husada dengan menggunakan metode terbaru memakai ring. Supaya anak yang dikhitan merasa nyaman dan mudah sembuh pasca menjalani proses khitan.
Salah satu orang tua peserta, Uswatun Khusnah warna Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, mengaku bersyukur dengan adanya program tersebut. Menurutnya, biaya khitan cukup besar sehingga bantuan ini sangat membantu masyarakat.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Anak saya kedua Azam berusia 9 tahun akhirnya bisa khitan tanpa membebani biaya keluarga,” ungkapnya.
Hal senada juga dikemukakan oleh Jaka warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar. Dirinya mengantar anak semata wayang Said (5) yang baru masuk TK A mengikuti khitan gratis.
Wajah Jaka yang berprofesi sebagai sopir matanya berkaca-kaca melihat anaknya dikhitan kendati terus meronta-ronta sambil menangis karena ketakutan. Dua tenaga medis sempat kewalahan saat melakukan khitan mengingat bocah lima tahun ini terus bergerak, sehingga prosesnya sedikit terganggu.
“Alhamdulillah setelah proses khitan anak saya tersenyum karena mendapat mainan serta minuman dan uang saku buat jajan,” pungkasnya.
Kegiatan sosial ini mendapat apresiasi dari warga. Mereka berharap program serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar semakin banyak anak yang merasakan manfaatnya. [dny/aje]






