Pacitan (beritajatim.com) – Nasib malang menimpa Siti Syamsiah, warga Dusun Guwo, Desa Jetis Lor, Kecamatan Nawangan Jumat (15/8/2025). Ia lupa bahwa dirinya sedang memasak menggunakan tungku api yang menyala, lalu menakar BBM jenis Pertamax ke dalam botol untuk jualan eceran tak jauh dari tungku tersebut.
Api dengan cepat menyambar bahan bakar itu, kemudian membesar dan membakar dapur serta tempat usaha bensin ecerannya. Beruntung, Siti berhasil menyelamatkan diri.
Mendapat laporan, petugas piket Bidang Damkar Satpol PP Pacitan segera meluncur ke lokasi. Padahal jaraknya cukup jauh, sekitar 35 kilometer dari pusat kota.
“Empat personel berangkat pukul 14.30 WIB dengan mobil pemadam kebakaran penuh muatan air. Kami baru tiba sekitar pukul 17.00 WIB karena medan cukup berat, tanjakan curam, dan jarak yang jauh,” ujar Sugino, anggota Damkar Satpol PP Pacitan.
Sesampainya di lokasi, bangunan dapur berukuran 4×4 meter itu sudah hangus. Petugas kemudian melakukan pembasahan untuk memastikan api tidak kembali menyala.
“Meskipun jaraknya jauh, kami tetap berupaya melayani masyarakat. Saat ini di Pacitan hanya ada dua pos damkar, yakni pos pusat di Kota Pacitan dan pos barat di Kecamatan Punung. Sebenarnya masih diperlukan tambahan pos lagi,” pungkasnya. (tri/ian)






