Jember (beritajatim.com) – Permohonan penggunaan Pendapa Wahyawibawagraha di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebagai tempat acara non pemerintahan agaknya bakal menjadi tren.
Setelah pendapa digunakan sebagai tempat ngunduh mantu oleh politisi Partai Gelora Indonesia Tulus Madiono, Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember akan meminta izin untuk memperingati hari lahir partai itu di sana.
“Kami ingin mengadakan resepsi harlah di pendapa, karena kami ingin menjadikan pendapa sebagai rumah rakyat,” kata Ketua Dewanj Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember Madini Farouq, Kamis (15/1/2026).
Madini merujuk pada acara ngunduh mantu. “Kemarin sudah dimulai dengan ketua partai non parlemen mengadakan resepsi pernikahan di pendapa. Masa yang non parlemen bisa sementara PPP yang punya kursi di parlemen enggak bisa mengadakan resepsi harlah di pendapa,” katanya.
Apalagi PPP Jember adalah salah satu partai pendukung Bupati Muhammad Fawait saat pilkada. Hari lahir PPP jatuh pada 5 Januari. “Namun kami akan menunggu jadwal dari Pendapa kapan bisanya,” kata Madini.
Harlah tahun ini, menurut Madini, menegaskan posisi PPP sebagai partai hijau. “Jangan sampai PPP sebagai green party justru membiarkan atau justru mempelopori terjadinya kerusakan lingkungan,” katanya.
Madini tidak ingin banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Panti pada awal Januari 2006 terjadi lagi karena ketidakpedulian terhadap lingkungan. “Allah sudah menyatakan di dalam Alqur’an, bahwa kerusakan di daratan dan di lautan karena sebab ulah tangan manusia,” katanya.
Kader PPP diminta Madini untuk menjaga kebersihan lingkungan, perilaku, dan pemerintahan. “Jangan sampai kader-kader PPP terlibat narkoba dan lain sebagainya yang tidak sesuai dengan nilai agama dan nilai-nilai Pancasila,” katanya. [wir]






